Gagasan Masuk

Gagasan yang masuk ke email bagimutrenggalek@gmail.com akan di-review oleh panitia. Dan setelah itu nama, judul dan abstrak akan ditampilkan di laman ini. (Abstrak diurutkan berdasarkan jam, tanggal dan bulan masuk)

MEMBANGUN DESTINASI PARIWISATA DESA TERCINTA PRIGI

Untuk membangun desa trcinta pantai prigi saya ingin membuatkan jembatan kayu atau semen dari pantai pasir putih ke pulau terpencil (pulau phatuk) jauh nya sekitar 200m dari pantai pasir putih di situ pemandangannya sangat bagus serta kalo air surut air di pulau itu akan habis sendiri dan kalau pasang air nya kembalai dan juga bisa dikasih toko kecil oleh2 khas daerah prigi dan di pulau itu juga ada 2 seperti pantai kecil² pantai pertama tidak ada pasir sedikit pun semua batu2an bulat2 dan sangat bagus sekali...
23-03-2018: Denda Fajar Wiguna

MEMAKSIMALKAN ADD DAN BANTUAN PEMERINTAH

Ironis jika melihat kucuran dana ke desa desa yang sudah mendekati angka milyaran per tahun, tapi banyak dari desa desa tersebut yang tetap saja keadaannya, terutama di pegunungan. Selain itu, banyaknya program pengentasan kemiskinan meliputi PKH, Raskin dll, yang belum maksimal dan tepat sasaran. Diperlukan satu terobosan yang jitu untuk mempercepat pembangunan desa dengan memanfaatkan sumber daya manusia di desa tersebut secara maksimal dan kembali memaksimalkan bantuan pemerintah agar betul-betul tepat sasaran...
24-03-2018: Pujiono

SAMBUNG RASA UNTUK EKONOMI KERAKYATAN

Pertanian merupakan salah satu urat nadi perekonomian utama untuk masyarakat Trenggalek, oleh karena itu perlu suatu terobosan usaha–usaha perbaikan bagaimana supaya pertanian ini bisa maju dan berkembang di wilayah Trenggalek ini. Selama ini para petani sebagai pelaku utama dalam bidang pertanian ini sering dihadapkan pada permasalahan–permasalahan yang menghambat kelancaran dari pada usaha pertanian ini, seperti kelangkaan pupuk, serangan hama penyakit, anjloknya harga komoditi pertanian pada waktu panen,dan juga sarana dan prasarana pertanian yang juga kurang menunjang utamanya sarana pengairan dan sarana jalan.

Memang perlu kita akui sudah banyak usaha yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut dengan memberikan subsidi pupuk, bantuan benih unggul, bantuan alsintan, pembangunan irigasi, pembangunan JUT dan lain-lain. Namun berbagai usaha tersebut seakan belum bisa menjadi solusi untuk meningkatkan produksi pertanian kita...
25-03-2018: Untung Mulyo Suwito

MENINGKATKAN KUALITAS PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROSES PERENCAAN, PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN PEMBANGUNAN DAERAH TRENGGALEK MELALUI SEKOLAH POLITIK ANGGARAN (SEPOLA)

Dalam upaya Meningkatkan kualitas partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan daerah Kabupaten Trenggalek tentunya di butuhkan berbagai macam sarana, media, bimtek, pelatihan dan hal-hal yang mana nanti dapat mengikutsertakan masyarakat terlibat dalam kegiatan tersebut, namun sebelumnya perlu kita amati bersama sesuai obeservasi yang penulis ketahui bahwa masyarakat Trenggalek belum terlibat aktif dalam proses partisipasi perencaan, pelaksanaan, pengawasan dan pengawasan pembangunan dikabupaten trenggalek. Terlibat secara aktif saja masih kurang dan banyak yang belum memahami akan hal tersebut, tentu kualitasnya juga tidak seindah yang dibayangkan. Oleh sebab itu pada kesempatan festival gagasan Bagimu Trenggalek ini penulis ingin menyampaikan gagasan Meningkatkan kualitas partisipasi Masyarakat,
dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan daerah melaui Sekolah politik Anggaran (SEPOLA).
26-03-2018: Ahmad Nur Kholik

DELIVERY ORDER DATA KEPENDUDUKAN UNTUK MENGHINDARI ANTRIAN YANG MENJEMUKAN

Jika kita melintas setelah pertigaan Widowati kemudian Polres maka kita akan melihat sebuah kantor yang sangat ramai luar biasa yaitu Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Mengapa hal itu bisa terjadi jawabanyya tak lain dan tak bukan karena system yang dibangun pada kantor tersebut ada yang tidak benar. Berkaca dari hal tersebut maka saya “SUDARMOKO” warga masyarakat desa Kamulan yang juga pernah mengalami hal tersebut menawarkan sebuah system yang baru yang akan membuat kantor DISPENDUKCAPIL menjadi sebuah kantor yang akan sepi parkirannnya. System yang akan saya Tawarkan adalah “System Delivery Order” dimana para warga Trenggalek cukup memegang SMART PHONE dan mereka akan mendapatkan apa yang mereka inginkan dari Kantor DISPENDUKCAPIL...
27-03-2018: Sudarmoko

THALASEMIA BUTUH RUMAH KEHIDUPAN

Thalasemia merupakan penyakit turunan dari ayah atau ibu yang diwariskan kepada anaknya dan thalasemia sampai saat ini masih belum ada obatnya seorang thalasemia hanya bisa bertahan hidup dengan melakukan rutin transfusi darah setiap bulan bahkan setiap minggu dan juga dengan konsumsi obat-obatan yang memadai dalam seumur hidup. Saya salah satu penderita thalasemia di trenggalek selama 23 tahun yang bertahan hidup dan tahu seluk beluk pelayanan terhadap penderita thalasemia di RSU sehingga besar harapan saya permasalahan yang ada selama ini bisa di atasi karena berhubungan dengan nyawa....
31-03-2018: Fian Wardhana

PEMBUATAN SOP E-KTP DAN PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL KABUPATEN TRENGGALEK

Peningkatan kualitas pelayanan publik selalu akan menjadi kebutuhan utama pemerintah dalam memenuhi tugas dan kewajiban kepada masyarakat, guna menunjang peningkatan indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik. Tujuan daari peningkatan pelayanan ini adalah mempermudah masyarakat dalam kegiatan yang bersangkutan dengan keperluan pribadi maupun yang bersangkutan dengan keperluan negara dalam hal pemenuhan kewajiban sebagai penyelenggara pemerintah yang sudah di atur dalam UUD.

Peningkatan kualitas pelayanan publik di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Trenggalek sangat diperlukan guna untuk memberikan kontribusi terbaik pemerintah terhadap masyarakat khususnya dalam kepengurusan dokumen– dokumen yang di perlukan masyarakat.Bentuk peningkatan yang dapat dilakukan yaitu dengan menambah fasilitas dan menambah bentuk pelayanan yang dapat membantu masyarakat dalam mengurus dokumen yang diperlukan, seperti menambahkan tenaga keamanan, juru parkir, petugas (customer service), papan informasi atau baner – baner serta pembuatan SOP yang mampu mempermudah petugas dan masyarakat...
31-03-2018: Fauzi Rochman

SATU DESA SATU WIRAUSAHA

Merintis desa mandiri dengan membuka peluang kerja di desa di bawah naungan program BUMDes sesuai potensi dan keadaan geografis masing-masing desa, bisa dalam bidang wirausaha atau budidaya (peternakan, hewan unggas, tanaman agro, ataupun tambak desa) yang dikelola oleh desa dengan pekerja dari masyarakat desa itu sendiri yangnantinya akan menggunakan sistem bagi hasil guna menambah pemasukan kas desa , mengurangi pengangguran terbuka , menambah pertumbuhanekonomi, dan merangsang munculnya usaha-usaha lain di desa dengan adanya Badan Pelatihan Kewirausahaan...
03-04-2018: Yunanda Anggi Prasetya

BEKERJA KAPANPUN DAN DIMANAPUN

Ekonomi kerakyatan merupakan sistem ekonomi yang berbasis pada kekuatan ekonomi rakyat. Ekonomi rakyat sendiri adalah usaha yang dilakukan oleh rakyat dengan cara mengelola sumberdaya yang ada disekitar mereka sehingga dapat merintis sebuah usaha kecil ataupun menengah yang pada akhirnya hasil dari usaha itu dapat mengubah pendapatan mereka. Ekonomi kerakyatan dikembangkan sebagai upaya untuk lebih mengedepankan masyarakat dengan kata lain dapat digunakan sebagai suatu strategi membangun kesejahteraan rakyat. Berkaitan dengan uraian tersebut agar sistem ekonomi kerakyatan tidak hanya berhenti pada tingkat wacana, sejumlah agenda konkret ekonomi kerakyatan harus dipermukaan...
04-04-2018: Chofifah Yulia Arifiati

TRENGGALEK DALAM 5-10 TAHUN KEDEPAN

...suatu daerah atau kota mustahil bisa terealisasi tanpa adanya pembangunan, baik itu pembangunan infrastrukur maupun fasilitas-fasilitas lainnya. Dimulai dari bawah, perencanaan pembangunan akan lebih cepat tercapai jika masyarakat juga dilibatkan. Jika pada lingkungan yang paling dasar yaitu RT dan RW masing-masing wilayah sudah merumuskan permasalahannya sendiri niscaya tugas pemerintah akan semakin ringan. Selain masyarakat, pihak lain yang dapat terlibat dalam perencanaan pembangunan yaitu swasta dan lembaga dan badan hukum. Swasta merupakan pelaku pembangunan penting dalam pemanfaatan ruang perkotaan. Swasta yang dimakasud disini adalah para investor dan pelaku-pelaku industri kreatif karena kemampuan kewirausahaan yang mereka miliki...
07-04-2018: Dwi Angga Nur Faisal, ST

PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA EDUKASI BATIK DI KABUPATEN TRENGGALEK

Salah satu kebijakan pemerintah Kabupaten Trenggalek adalah pengembangan usaha Batik Trenggalek, di mana hasilnya sudah sangat mengembirakan, dengan adanya berbagai Prestasi yang dicapai dalam upaya Promosi batik Trenggalek, bahkan sudah sampai ke Tingkat Internasional.

Namun demikian Belum disertai upaya untuk melestarikan/mengenalkan batik Trenggalek bagi generiasi muda khususnya dan masyarakat pada umumnya, untuk menjawab hal tersebut maka melalui pengembangan Destinasi Wisata Edukasi Batik di Dusun Jampi Desa Ngentrong Kecamatan Karangan merupakan wadah untuk menfasilitasi bagaimana batik Trenggalek di kenal dimengerti dan di pahami oleh Generasi muda Trenggalek, selain menjadi wujud Apresiasi bagi pengrajin Batik Trenggalek dan tentunya secara tidak langsung akan menambah penghasilan pengrajin Batik dan menumbuhkan ekonomi di lingkungan sekitar...
08-04-2018: Rohmat Karim.S.Pd

PENGEMBANGAN EKONOMI KERAKYATAN

Pertanian merupakan faktor terpenting dalam penunjang kesejahteraan masyarakat. Di trenggalek mayoritas pekerjaan masyarakatnya adalah petani, baik yang berada di hutan, di ladang maupun berada disawah. Tujuan dari penulisan gagasan ini adalah untuk menyampaikan aspirasi dan pemikiran rakyat, guna mengembangkan kesejahteraan masyarakat trenggalek yang bebas dari kemiskinan dan kesejahteraan kehidupan petani baik yang berada diperkotaan maupun yang berada dipelosok. Penyampaian gagasan ini disampaikan langsung oleh warga trenggalek asli yang dibuat dengan pemikiran dan mengaitkan dengan hal yang terjadi dan menjelaskan tentang kendala kesulitan mayarakat dalam bertani/mengolah lahan pertanian, kesulitan penjualan, pengolahan hasil pertanian, rendahnya pendidikan dan komunikasi dari masyarakat sendiri...
09-04-2018: Arik Subekti

PELAYANAN PUBLIK

Pelayanan publik yang ada di kabupaten Trenggalek masih kurang memadahi atau memuaskan baik dari segi fasilitas ataupun peraturannya. Karena banyak masyarakat yang mengeluh terkait pelayanan publik yang ada di kabupaten selalu dipersulit. Gagasan dari tulisan ini adalah (1) pada sektor kesehatan memberikan pengobatan gratis, (2) pelayanan pada bidang pencatatan dokumentasi kependudukan Dinas yang bersangkutan merubah sistem kerjanya berbasis komputer, dan (3) dalam pengentasan kemiskinan Dinas yang bersangkutan diharapkan lebih dekat kepada masyarakat agar tahu bagaimana mengentaskan kemiskinan. Pihak-pihak yang terkait diharapkan dapat memberikan fasilitas yang memadai tanpa adanya peraturan atau persyaratan yang sulit...
09-04-2018: Rianti Mandasari

ESENSI PELAYANAN PUBLIK

Kita tahu bahwa pemerintah sedang mencoba memperbaiki sistem pendataan penduduk yakni dengan membuat Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau lebi dikenal dengan e-KTP. Dalam pembuataanya juga menuai banyak masalah, mulai dari korupsi secara pendanaan sampai data penggunaannya belum secara efektif. Hingga baru-baru ini kasus penggelapan dana proyek tersebut juga belum tuntas. Besarnya nilai proyek ternyata mendorong orang-orang yang terlibat di dalamnya untuk meraup untung besar. Pembuatan e-KTPpun masih meninggalkan kegelisahan bagi warga yang belum mempunyai, atau ingin digunakan berbagai hal yang penting. Pembuatannya pun bagi warga juga sangat ribet dan membutuhkan waktu untuk menerima kartu yang asli. Khususnya di Trenggalek warga harus ngantre di loket kecamatan untuk mendaftar sebagai peserta pembuatan KTP. Belum lagi nanti diterima langsung jadi atau tidak....
09-04-2018: Andrik Dwi Waluyo

PENGEMBANGAN SEKTOR PARIWISATA (STRATEGI PEMERATAAN PEMBANGUNAN PARIWISATA DENGAN SPORT EVENT)

Pariwisata merupakan salah satu kunci pengentasan kemisikinan. Karena Pariwisata akan memberikan dampak Multi Ganda (Multiplier Effect) yang luar biasa dalam menggerakan perekonomian masyarakat sekitar. Dampak tersebut terbagi kedalam dampak langsung, dampak tidak lansung dan dampak ikutan. Namun hal itu belum maksimal dilakukan oleh pemerintah karena pembangunan pariwisata Kabupaten Trenggalek belum merata. Sumber daya alam yang melimpah seperti hasil pertanian, pantai-pantai yang berjajar indah dan asri, gunung-gunung yang membelah-belah Trenggalek sampai saat ini masih belum mampu mengentaskan kemiskinan sebagian masyarakatnya.

Dalam pengembangan pariwisata diperlukan daya tarik yang dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke suatu objek wisata. Selain objek wisata, sebagai daya tarik wisata juga diperlukan daya tarik lainnya yaitu spesial event. Dalam hal ini penulis menekankan pada Sport Event Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) yang akan dilaksanakan di setiap kecamatan yang menjadi tuan rumah dan pemilihan Duta Wisata Kakang Mbakyu Kabupaten Trenggalek di setiap kecamatan dan malam final dilaksanakan di alun-alun kota...
09-04-2018: Zainal Fanani

REVITALISASI KOPERASI UNIT DESA (KUD) UNTUK KESEJAHTERAAN PETANI

Masalah klasik yang dihadapi petani yaitu dimana ketika pasca panen hasil pertanian tersebut di jual dengan harga murah. Berimbas pada harga pasar anjlok karena persedian barang melimpah. Berbanding terbalik ketika musim paceklik tiba, petani akan membeli (nempur:red jawa) keperluan pangan dengan harga mahal. Karena hasil selama panen raya sudah dijual untuk mencukupi kebutuhan prioritas sehari-hari. Dengan adanya koperasi yang sudah ada, disini petani merasa dilindungi dari permainan harga oleh tengkulak-tengkulak besar.

Solusi yang diberikan penulis yaitu pemerintah sebagai pemangku kebijakan harus mendampingi tidak hanya pada subsidi pupuk, subsidi benih tetapi juga dalam proses pemasaran, mengaktifkan kembali koperasi unit desa atau semacam penampungan hasil pasca panen raya. Kemudian koperasi desa mampu menghasilkan keluaran berupa packing hasil panen Dengan mengaktifkan kembali, kebutuhan pangan akan tercukupi dan harga bisa stabil,dan petani akan sejahtera...
09-04-2018: Madchan Jazuli

REVITALISASI KOPERASI UNIT DESA (KUD) UNTUK KESEJAHTERAAN PETANI

Sektor Pariwisata Merupakan salah satu sektor perekonomian yang menjanjikan untuk pemasukan bagi suatu daerah. Hal ini diakibatkan dengan tingginya kebutuhan akan rekreasi dan refleksi, serta adanya fenomena selfi dikalangan masyarakat Indonesia. Fenomena Selfi ini dapat menjadi selfi ekonomi bagi masyarakat dan satakeholder. Serta adanya permasalahan yang di hadapi desa adalah urbanisasi, kemiskikan, SDM rendah,
minimnya lapangan kerja, potensi desa yang kurang termanfaatkan, minimnya BumDes, PAD Desa Rendah. Permasalahan inilah harus dicari solusinya.

Salah satu lokasi yang memiliki potensi wisata adalah Desa Tawing dan belum meiliki BumDes. Potensi wisata pantai Ngampiran menjadi salah satu potensi yang sudah matang dan sudah terkenal dikalangan wisatawan lokal dan luar kota untuk berwisata dan menjadi tujuan utama wisatawan yang berkunjung ke Munjungan. Maka perlu adanya optimaslisasi pengelolaan pariwisata dengan sistem BumDes Pariwisata...
09-04-2018: Bayu Teguh Pambudi

UPAYA PENINGKATAN EKONOMI PETANI HOLTIKULTURA DI KABUPATEN TRENGGALEK MELALUI METODE CO & CD (COMUNITY ORGANITATION AND COMUNITY DEVPELOPMENT)

...Karya tulis ini bertujuan untuk memberikan sebuah gagasan dan konsep terhadap Pemerintah Daerah Trenggalek guna meningkan daya saing petani Trenggalek terhadap tantangan global ini. Dalam gagsan ini penulis mengajukan sebuah gagasan guna meningkatkan harga jual hasil pertanian dengan metode Comunity Organitation (CO) & Comunity Devplopment (CD). Gagasan ini ditulis dengan analisis dari bebgai permasalahan yang dihadapi oleh petani holtikultura di Trenggalek berdasarkan data empiris, yang dikomparasikan dengan dengan solusi yang sistematis, logis berdasarkan referensi yang ada.

Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis dapat diketahui bahwa petani lebih sering menjual produk pertanianya tanpa melakukan pengolahan terlebih dahulu, hal ini tentunya akan berdampak pada nilai harga jual yang rendah. Sehingga perlu ada rangsangan bagi petani agar dapat menjual hasil pertanianya dengan melakukan pengolahan terlebih dahulu hal ini tentunya akan berdampak pada nilai jual hasil pertanianya. Strategi Internal yang akan dilakukan yaitu penguatan kelompok tani melalui Comunity Organitation (CO) yang kemudian dilanjutkan dengan pengambangan kelompok tani melalui Comunity Devplopment (CD). Tujuan dari pelaksanaan CO & CD ini adalah untuk menjadikan alur distribusi yang
efektif serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan harga jual hasil pertanian holtikultura. Pengembangan tersebut diharapkan dapat difasilitasi oleh Pemerintah Daerah dengan organisasi kemasyarakatan yang bersama-sama dengan petani holtikultura...
10-04-2018: Mustagfirin

MENCARI DICARI PEKERJAAN

...Kerja merupakan salah satu hakikat dari manusia, namun tidak semua manusia dapat memperoleh pekerjaan. Jangankan untuk memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan bidang dan kemampuannya, hanya sekedar mendapat pekerjaanpun tidak. Padahal banyak sekali tenaga kerja yang siap untuk bekerja. Mereka tidak bekerja mungkin dikarenakan keterbatasan informasi mengenai lapangan pekerjaan, tidak adanya akses untuk menggapai pekerjaan, atau bahkan kurang percaya diri untuk bekerja.

Berawal dari permasalahan tersebut, kita mencoba untuk merubah mindset dari mencari pekerjaan menjadi dicari oleh pekerjaan. Para tenaga kerja yang ingin bekerja tidak lagi dipusingkan dengan kegiatan mencari informasi pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya. Menyiapkan berlembar-lembar curriculum vitae untuk disebarkan keseluruh perusahaan dengan harapan ada satu perusahaan yang mau meneerimanya. Berpanas-panasan menyusuri jalan untuk menemukan papan bertuliskan “DIBUKA LOWONGAN”. Hal itu diharapkan tidak lagi perlu dilakukan, Namun mereka cukup mendaftarkan diri pada wadah/lembaga/website dan menyampaikan kemampuan melalui uraian tulisan maupun melalui visualisasi video. Diharapkan para pencari pekerja dapat memilih calon pekerjanya melalui media tersebut sesuai dengan kebutuhan usahanya. Sehingga masalah kebutuhan kerja dapat diselesaikan dan angka pengangguran dapat dikurangi/dihapuskan...
10-04-2018: Mujib Bud Da’wah

MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DAN PAD MELALUI PENGEMBANGAN POTENSI TIAP DESA SECARA TEMATIK DENGAN STRATEGI DESA MENGEPUNG KOTA

...Kondisi geografis Kabupaten Trenggalek yang sebagian besar pegunungan, masih belum meratanya infrastruktur, belum dioptimalkannya potensi desa, menjadikan tantangan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa-desa. Dengan adanya Alokasi dana desa di setiap desa dan
meningkatnya perkembangan teknologi internet merupakan peluang dan optimisme dalam membangun kegiatan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Dengan mengembangkan desa tematik sesuai potensi desa masing-masing yang promosi dan pemasarannya tersentralisasi, dapat mewujudkan kesejateraan masyarakat desa dan peningkatan PAD Kabupaten Trenggalek...
11-04-2018: Dony Prastyo

UPAYA MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGAWASAN PEMBANGUNAN MENGGUNAKAN APLIKASI BERBASIS ANDROID

Partisipasi masyarakat adalah salah satu poin yang memengaruhi keberhasilan suatu kegiatan pembangunan. Untuk mengakomodasi peran serta masyarakat dan sinergitas berbagai pihak dalam pembangunan di Trenggalek, dibutuhkan kehadiran sebuah aplikasi yang memudahkan berbagai pihak tersebut berinteraksi, berkoordinasi dan berbagi informasi. Maka kehadiran Aplikasi Pengawasan Interaktif -apapun namanya- sangatlah mendesak dibutuhkan.
12-04-2018: Yopi Danar A

EKONOMI KERAKYATAN BERBASIS DIGITAL

Perkembangan teknologi saat ini sudah menjadi faktor pendorong pengembangan perekonomian dalam suatu wilayah. Kabupaten Trenggalek memiliki potensi industri pada sektor pertanian, peternakan dan perikanan yang sangat besar jika mampu dikelola dengan baik. Namun, secara tidak sadar ancaman muncul ketika era teknologi sudah merajai hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Pola perdagangan yang awalnya konvensional berubah
menjadi digital pada saat ini, bukan hanya pola perdagangannya saja melainkan seluruh aspek bahkan sampai dengan pola manajemennya. Untuk menghadapi perubahan yang begitu cepat maka harus diciptakan sebuah sistem yang dapat menjawab tantangan global tersebut agar tidak semakin tertinggal dengan perubahan yang ada. Padahal, Kabupaten Trenggalek memiliki potensi yang melimpah jika dapat dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman. Sebuah sistem aplikasi dapat mengembangkan potensi yang ada dengan cara mengintegrasikan seluruh pihak terkait dalam upaya pengembangan potensi perindustrian pada sektor pertanian, peternakan dan perikanan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Trenggalek.
13-04-2018: Mohamad Samsudin

PETANI UNGGUL, TRENGGALEK MAKMUR (EKONOMI KERAKYATAN)

Kabupaten Trenggalek memiliki luas wilayah 1.261,40 km2 dengan jumlah penduduk 691.295 jiwa ( BPS Trenggalek, 2016 ), sebagian besar penduduk berprofesi sebagai petani sebanyak 208.720 jiwa . Petani merupakan profesi yang dapat digeluti secara mudah meski tanpa mengenyam bangku sekolah, mengingat profesi ini rata-rata bisa dilakukan oleh semua orang. Pendidikan formal petani yang rendah dan pola pikir yang belum modern sangat sulit untuk memajukan pertanian. Petani dengan dasar ilmu akademis dan teknis sangat penting untuk kemajuan pertanian di Trenggalek. Generasi muda sangat berperan penting dalam dunia pertanian sekarang, karena dengan mudah dapat memanfaatkan teknologi dan alat-alat pertanian yang modern dilapangan untuk efektifitas waktu dan tenaga kerja. Tentunya dukungan Pemerintah sangat penting dalam mendukung seluruh kegiatan pertanian di Trenggalek misalnya mendirikan sekolah, laboratorium, lahan penelitian, pasar sehat, dan tempat pelatihan khusus untuk Pertanian. Dengan demikian kebutuhan pangan masyarakat Trenggalek dapat tercukupi, bisnis dalam bidang pertanian berlanjut dengan pendapatan petani yang tinggi. Indikator ekonomi kerakyatan akan kuat apabila petaninya unggul dan pastinya Trenggalek akan makmur.
13-04-2018: Rendy Wahyu Pradoto

TAMAN TEKNOLOGI GUNA MENAMBAH WAWASAN MASYARAKAT TRENGGALEK DALAM MENGHADAPI DUNIA DIGITAL SEBAGAI WUJUD PENGEMBANGAN SEKTOR PARIWISATA.

...Dengan dibangunnya atau diadakannya taman bermain teknologi diharapkan ini menjadi pengalih perhatian sekaligus dengan taman edukasi untuk
masyarakat Trenggalek tentang adanya kemajuan teknologi. Hal ini sangat cocok diterapkan di Trenggalek untuk mencetak generasi penerus yang dapat
membangun Trenggalek pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Anak-anak usia balita hingga sekolah dasar akan merasakan taman bermain
yang penuh dengan kamjuan teknologi sehingga bisa melupakan gadget mereka. Anak-anak akan menjadi lebih aktif bermain dengan teman sebayanya maupun orang tua mereka. Ditambahkannya teknologi ini menjadi nilai plus karena bisa memberi efek adaptif yang memancing anak-anak tetap bermain dengan dunia luar yang lebih asyik daripada dunia gadget.
13-04-2018: Taufik Hidayat

NDLEMOK (NDELOK MELOK KONTRIBUSI) DARI PUBLIK OLEH PUBLIK UNTUK PUBLIK PERAN MASYARAKAT SEBAGAI AGENT OF CHANGE

...Di dalam gagasan ini kami menggunakan Teori keagenan (Agency theory) merupakan basis teori yang mendasari praktik bisnis perusahaan yang dipakai selama ini. Teori tersebut berakar dari sinergi teori ekonomi, teori keputusan, sosiologi, dan teori organisasi. Prakteknya teori ini dapat dipergunakan juga didalam sistem pemerintahan dan hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Dasar teori keagenan menyebutkan bahwa selama ini masyarakat memiliki fungsi Agent of Control yang menjelaskan bahwa masyarakat hanya berfungsi sebagai kontrol pemerintah dalam melayani publik. Peran masyarakat terbatas dalam hal melihat dan melaporkan kejadian sehingga diperlukan paham yang lebih luas.

Peran pengembangan keagenan masyarakat kearah yang lebih luas merupakan satu tekad untuk menjadikan masyarakat yang transformasional, yaitu masyarakat yang mempunyai kemauan melakukan perubahan-perubahan terhadap segala hal yang melekat dan tertanam dalam setiap penyelenggaraan pemerintahan khususnya pelayanan publik sehingga pemerintah dan masyarakat dapat membangun sinergi dalam mempercepat pembangunan. Gagasan ini dibangun untuk memperluas ruang lingkup dan fungsi yang ada di masyarakat, tidak hanya sebagai pelaku kontrol pemerintah tetapi menjadi pelaku seperti pemerintah itu sendiri. Dengan kata lain tidak hanya melihat dan melaporkan keluhan, tetapi masyarakat juga ikut ambil bagian menjadi penggerak perubahan dan berkontribusi penuh dalam pembangunan khususnya pelayanan publik yang tertuang dalam semangat atau jargon NDLEMOK (Ndelok Melok Kontribusi).
11-04-2018: Wildan Akbar Taufiq

HEALTHY CAMPAIGN

Dewasa ini semakin banyak penyakit yang berkembang di masyarakat mulai dari usia dini sampai lanjut usia. Akan tetapi masyarakat pada umumnya tidak menyadari dan terkesan mengabaikan kesehatan sejak dini. Masyarakat pada umumnya akan peduli pada kesehatan setelah mengalami atau terkena penyakit tertentu. Sebagai tindakan pencegahan munculya berbagai penyakit diperlukan suatu sosialisasi terhadap masyarakat dengan cara kampanye kesehatan (Healthy campaign) dengan menggandeng pemuda desa (karangtaruna) sebagai agen untuk menyebarkan informasi sekaligus memberi arahan pada masyarakat. Dalam kasus ini, pemateri ingin mengedepankan aktivitas fisik sebagai tindakan pencagahan, yaitu olahraga yang sesuai. Berdasarkan informasi yang diperoleh pemateri, olahraga rutin akan meremajakan sel-sel dalam tubuh sehingga agen pembawa penyakit tidak akan mudah masuk ke dalam tubuh manusia, hal ini akan menekan munculnya resiko berbagai penyakit.
14-04-2018: Rosida Azadi

MITUN  MEMBANGUN  KABUPATEN  VOKASI

...Data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Trenggalek, bahwa jumlah angka pengangguran di Kabupaten Trenggalek tercatat 13.650 jiwa per tahun 2017.  Dari angka tersebut, diketahui bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Trenggalek sebesar 3,48% yang terdiri dari TPT Laki – laki 3,89% dan TPT wanita 2,91% per tahun 2017. Jumlah 13.650  jiwa berstatus pengangguran ini termasuk besar, dan perlu diciptakan sebuah terobosan yang berbentuk program untuk mengentaskannya. Kebanyakan dari mereka adalah warga masyarakat yang hidup di pelosok-pelosok pedesaan  atau daerah-daerah pegunungan. Dengan permasalahan tersebut diatas, penulis mengajukan sebuah gagasan dengan judul “MITUNMEMBANGUN KABUPATEN VOKASI”. Munculnya gagasan ini adalah  untuk menjawab pertanyaan, bagaimana kita bisa memberikan pelayanan dasar berupa pendidikan vokasi yang bentunya berupa pelatihan ketrampilan(skill)  kepada warga  masyarakat berstatus  pengangguran yang tinggal di pelosok-pelosok desa...
14-04-2018: Sudarto

SAKUIN SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG PEMBERDAYAAN PENYANDANG DISABILITAS DI KABUPATEN TRENGGALEK

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2012, jumlah penyandang disabilitas di Indonesia sebanyak 6.008.661 orang yang mana terbagi menjadi beberapa bagian seperti sekitar 1.780.200 orang sebagai penyandang tuna netra, 472.855 orang tuna rungu wicara, 402.817 orang tuna grahita/intelektual, 616.387 orang disabilitas tubuh, 170.120 orang disabilitas yang sulit mengurus diri sendiri, dan sekitar 2.401.592 orang disabilitas ganda. Jumlahnya yang begitu banyak tersebut sehingga diperlukan penanganan yang khusus sebab para penyandang disabilitas juga merupakan warga negara yang dijamin kedudukan, hak, kewajiban, dan peran yang sama dengan warga negara lainnya oleh negara ini.

Namun sayangnya, kondisi saat ini menunjukkan minimnya sarana pelayanan sosial, kesehatan serta pelayanan lainnya yang dibutuhkan oleh para penyandang disabilitas, termasuk aksesibilitas, dalam hal ini yaitu ketersediaan sarana dan prasarana yang saat ini masih sangat terbatas serta kurangnya wadah sebagai penampung kemampuan dan kreativitas yang dimilikinya melalui suatu kegiatan dan bentuk-bentuk lainnya. Pada dasarnya semua upaya yang telah dilakukan tersebut bertujuan agar para penyandang disabilitas memiliki kemandirian hidup. Akan tetapi, pusat-pusat layanan yang selama ini banyak ditemui masih dirasa kurang mengakomodir kebutuhan para penyandang disabilitas. Banyak kebijakan-kebijakan pemerintah daerah Kabupaten Trenggalek tentang masalah disabilitas namun dalam praktiknya masih belum diimplementasikan dengan baik.
14-04-2018: Muhamad Dwi Maulana

EKONOMI SEBAGAI ASPIRASI AMANAT RAKYAT

Terpencilnya suatu daerah dan kurangnya konektivitas antar daerah menyebabkan banyak rakyat yg semakin terpuruk perekonomiannya, tidak adanya lapangan pekerjaan yg sesuai dan sejumlah, menyebabkan banyak terjadinya pengangguran dimana-mana, terkait masalah tersebut yg muncul di Trenggalek maka dalam event ini saya ingin memberi gagasan atau solusi untuk masalah tersebut, seperti : 1. Pembuatan alun-alun tambahan; 2. Pembuatan daerah mega wisata; 3. Pembuatan tugu ikon; 4. Pembuatan daerah sentra oleh-oleh, kerajinan, dan kebudayaan Trenggalek dan Pempromosian secara global tentang Trenggalek.
14-04-2018: Herlambang Sandy Nugroho

PENINGKATAN INCOME PETERNAK SAPI PERAH DENGAN PENGEMBANGAN PRODUK SERTA FASILITAS DI KECAMATAN BENDUNGAN KABUPATEN TRENGGALEK

Masih sangat murahnya harga beli susu dari perusahaan susu mengakibatkan rendahnya kesejahteraan peternak susu sapi perah. Gagasan ini bertujuan untuk meningkatkan income peternak sapi perah yang ada di Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek. Hal-hal yang perlu dilakukan yaitu dengan pengembangan produk serta fasilitas di daerah tersebut seperti pembangunan KUD dan TPS, pembuatan produk olahan dari susu sapi perah, serta melakukan pemasaran. Pembangunan KUD dan TPS berlokasi di jalan utama agar memudahkan peternak ketika menyetor susu serta dekat dengan keraimaian agar produk-produk yang dijual di KUD dapat dengan mudah dibeli oleh konsumen.

Selain itu pembuatan produk olahan dari susu harus dilakukan untuk meningkatkan nilai jual sehingga pendapatan peternak juga akan meningkat. Kemudian dilakukan pemasaran melalui berbagai macam media (sosial, cetak, elektronik) maupun pemasangan X-Banner yang bertujuan untuk memperkenalkan produk-produk yang telah dibuat sehingga menarik minat konsumen untuk membeli produk tersebut. Seluruh kegiatan peningkatan income diatas harus tetap dalam pengawasan dan bimbingan pemerintah terkait supaya semua kegiatan tetap berjalan dengan lancar.
14-04-2018: Nanda Setya Pratica

MELAKUKAN PENANGANAN PENDERITA GANGGUAN JIWA SECARA INTEGRAL

Penanganan pada penderita gangguan jiwa masih dilihat dari sudut pandang penanganan medis dan sosial. Dengan demikian kebijakan anggaran dan tugas penanganan dibebankan pada instansi Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial. Secara lebih mendalam kita dapat melihat penderita gangguan jiwa mengalami 3 fase yaitu Fase sebelum, fase pada saat dan fase sesudah. Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial memiliki keterbatasan peran dan cenderung berpikir hanya memiliki peran pada fase “pada saat”. Fase “pada saat” saya artikan sebagai fase pada saat seseorang sedang/sudah mengalami gangguan jiwa. Dua fase lainya cenderung kita lupakan, maka dengan demikian kita sedang tidak melakukan penanganan pembangunan, namun menyelesaikan yang sudah menjadi masalah pembangunan. Dan hal tersebut akan menguras energi.

Dengan mendasarkan pada penalaran 3 fase maka kita akan menyadari bahawa ada peran intansi lain dalam menunjang penanganan yaitu Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olah raga, Dinas Pertanian dan Peternakan, Bappedalitbang. Seperti halnya Dinas Pertanian, dapat memberdayakan pada penderita untuk mengisi waktu luang dengan ternak ikan mujair atau ikan lele. Hal ini tentu akan bermanfaat dan memberi pembelajaran kesiapan terjun di masyarakat. Bisa juga dengan membuat Balai Ikan khusus untuk pasca penderita gangguan jiwa, tentu yang mengalami kesulitan ekonomi atau mampu pulih namun tidak 100%. Dengan demikian mereka masih mampu beradaptasi dengan kehidupan.
14-04-2018: Yuwana Galih Wibawa

PEMANFAATAN RAGI SEBAGAI ALTERNATIF ALAT KONTRASEPSI

Ragi merupakan salah satu bahan makanan yang dapat mencegah kehamilan. Potensi ragi sebagai alternatif alat kontrasepsi ditinjau dari kadar alkohol yang diperoleh dari hasil fermentasi ragi yang dapat mempengaruhi kesuburan seseorang. Penulis berharap ini menjadi sebuah alternatif bagi masyarakat memiliki keluhan akan penggunaan alat kontrasepsi yang memiliki banyak kekurangan. Program KB yang masih belum maksimal mengatasi pertumbuhan penduduk mungkin dapat memanfaatkan bahan makanan ini untuk berinovasi dengan melakukan penyuluhan terhadap masyarakat akan potensi Ragi yang sesungguhnya.
14-04-2018: Risma Risky Permatasari

MESRA (Membangun Kerjasama Publik Swasta) dalam SOUTHERN PARADISE

Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat di daerahnya, suatu pemerintah daerah dapat mengadakan kerja sama yang didasarkan pada pertimbangan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik serta saling menguntungkan. Kerja sama tersebut dapat dilakukan oleh daerah dengan daerah lain, pihak ketiga, dan/atau lembaga atau pemerintah daerah di luar negeri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Terletak dipesisir selatan pulau jawa menjadikan sebagian masyarakat di Kabupaten Trenggalek bermata pencaharian sebagai nelayan dan tidak sedikit juga yang mengadu nasib di sektor pariwisata. Sektor ini juga meluas kearah lain yaitu industri kreatif yang mana menjadi daya tarik Trenggalek. Belum adanya skema atau sistem yang mengakomodir peningkatan nilai di beberapa sektor tersebut mengakibatkan potensi potensi yang ada belum tergarap secara optimal.

Dengan latar belakang tersebut maka diperlukan suatu program MESRA (Membangun Kerjasama Publik dan Swasta) agar pemerintah daerah melalui BUMD dapat melakukan kegiatan ekspansi usaha khususnya di bidang penyedia jasa layanan pariwisata.
14-04-2018: Wildan Akbar Taufiq

MEMBANGUN PUSAT INFORMASI WISATA DI PASIR PUTIH UNTUK MEMBUKA AKSES KAWASAN WISATA PRIGI.

Data statistik Kabupaten Trenggalek menunjukan luas Kabupaten Trenggalek 126.140 Ha, dengan 2/3 merupakan tanah pegunungan. Dengan kondisi tersebut, maka pola pembangunan di Kabupaten Trenggalek harus didasarkan pada pengembangan sumber daya yang ada salah satunya melalui sektor pariwisata. Sektor pariwisata haruslah menjadi konsep dasar pembangunan dan pengembangan ekonomi. Kawasan Pantai Prigi sengaja dipilih karena kawasan tersebut sudah menjadi aset pariwisata dan menjadi ikon wisata di Kabupaten Trenggalek. konsepnya sederhana dengan membangun Pusat Informasi yang berlokasi di Pasir Putih dan Pantai Prigi.

Pusat informasi tersebut ditujukan untuk menjaring wisatawan yang menggunakan Bus Besar atau mereka yang ingin menikmati destinasi wisata tetapi malas menggunakan kendaraan pribadi. Pusat informasi juga dapat diarahkan untuk memberikan informasi sebutar pusat oleh-oleh, informasi kerajinan tangan seperti batik dan lokasi penjual, atau makanan khas dapat pula dengan memberikan informasi wisata kecamatan lain seperti Panggul maupun Munjungan. Kesinambungan akses antar tempat wisata merupakan tujuan utama.
14-04-2018: Yuwana Galih Wibawa

PENGEMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN KELAPA MASYARAKAT

Potensi Kabupaten Trenggalek yang tersebar di wilayah Pantai selatan disamping potensi perikanan, juga ada potensi perkebunan. Diantaranya ada durian, manggis, cengkeh dan kelapa. Selama ini potensi kelapa belum diolah secara maksimal karena hanya dijual dalam bentuk butiran butiran yang dikupas dari kulitnya. Kulit kelapa (sepet) selama ini hanya digunakan untuk bahan bakar rumah tangga dan seringkali menimbulkan masalah lingkungan karena bila dalam jumlah banyak, masyarakat hanya menumpuknya di tegalan tegalan. Padahal jika diolah menjadi serabut, bisa dibuat kerajinan sapu keset dan menjadi kokopit akan meningkatkan pendapatan masyarakat karena kokopit salah satu komoditas eksport. Kenyataannya Usaha Mikro yang bergerak dibidang pengolahan sabut kelapa masih minim. Lebih luas lagi jika pengolahan daging buah dilaksanakan di Kabupaten Trenggalek, maka akan memunculkan industri industri kecil berbasis kerakyatan.

Oleh karena itu gagasan yang kami tawarkan adalah didirikannya industri pengolahan kelapa yang nantinya akan menghidupkan industri kecil dan usaha mikro lainnya pengolah limbah kelapa. Yaitu pembuatan nata de coco, pembuatan arang bathok kelapa dan pengolahan sabut kelapa. Peran pemerintah dalam hal ini adalah merangsang dengan mengalokasikan anggaran untuk pendirian pabrik pengolahan kelapa dan memberikan akses pemasaran hasil pengolahan limbah yang dilakukan oleh para pelaku usaha mikro melalui website UMKM.
14-04-2018: Edif Hayunan Siswanto

G-FRESH MARKET

Sayuran menjadi kebutuhan untuk menunjang kehidupan setiap keluarga, sayur mayur ini digunakan untuk bahan memasak dalam setiap harinya. Sayuran memang telah menjadi makanan pokok untuk masyarakat di Indonesia dan permintaan akan sayur mayur sangat tinggi setiap harinya. Sayuran memiliki banyak jenis dan sangat nikmat apabila di olah untuk menu pada saat makan. Sayuran memiliki banyak sekali kandungan gizi yang sangat baik untuk tubuh, hal ini juga yang membuat permintaan akan sayur mayur semakin meningkat.

Tetapi masyarakat terkadang merasa bahwa sayuran segar segar sulit didapat dikarenakan dikarenakan faktor cuaca yang tidak menentu. Masalah lain yang muncul ialah ditemukannya sayuran yang tidak segar, dikarenakan proses panjangnya rantai distribusi sering kali dianggap sebagai biang keladi yang menyebabkan harga komoditi pangan seperti sayuran menjadi tinggi dan sulit didapatkan. Saat ini dengan tidak adanya toko atau market yang menjual khusus sayuran juga menjadi tolok ukur sulitnya mencari sayuran yang berkualitas.

Oleh karena itu gagasan ini dibangun untuk memperluas ruang lingkup masyarakat dalam mencari sayuran. Suatu ide yang dapat mempermudah bagi masyarakat yang mencari dan mendapatkan sayuran yang berkualitas. Melalui gagasan ini, diharapkan semua masayarakat mendapatkan sayuran segar dan berkualitas baik.
14-04-2018: Galuh Yudha Mahardika

REMUNERASI BERBASIS KINERJA YANG BERKEADILAN

Penulisan gagasan ini sebagai bentuk rasa bangga dan rasa memiliki terhadap Kabupaten Trenggalek, sebagai rakyat Trenggalek penulis ingin ikut serta berpartisipasi membangun Trenggalek berupa gagasan yang disampaikan melalui “Festival Gagasan Rakyat Trenggalek”, dengan tema reformasi birokrasi, sub tema penerapan sistem remunerasi. Adapun judul yang penulis angkat dalam festival gagasan ini adalah “Remunerasi Berbasis Kinerja yang Berkeadilan”.

Remunerasi Berbasis Kinerja yang Berkeadilan adalah bentuk tunjangan kinerja yang diberikan Pemerintah Daerah sebagai bentuk pelaksanaan reformasi birokrasi di Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek, dan yang tidak kalah pentingnya bahwa kebijakan remunerasi ini adalah bentuk apresiasi Pemerintah Daerah terhadap kinerja pegawai yaitu dengan meningkatan kesejahteraan pegawai lingkup Pemerintah kabupaten Trenggalek.

Dengan diterapkan kebijakan Remunerasi Berbasis Kinerja yang Berkeadilan ini diharapkan adanya peningkatan produktivitas dan kinerja pegawai dalam rangka pencapaian visi misi Pemerintah Kabupaten Trenggalek yang tepat waktu dan tepat sasaran sesuai dengan yang telah ditetapkan.
14-04-2018: Rahmiyati

PELUANG PENINGKATAN PAD DAN EKONOMI MASYARAKAT TRENGGALEK DI ERA LEISURE ECONOMY

Konsumen atau masyarakat kita secara umum tengah mengalami perubahan pola konsumsi, yang sebelumnya lebih suka menghabiskan uang untuk membeli barang (material goods) kini lebih memilih menghabiskan uang mereka untuk pengalaman (experience based consumption). Perubahan ini ditandai setidaknya oleh tiga fenomena, yaitu: (1) peningkatan minat wisata dan travelling, (2) dine-out revolution serta peningkatan kunjungan bioskop dan (3) internet as leisure serta digital economy. Era ini menghadirkan peluang dan tantangan bagi pemerintah maupun masyarakat Trenggalek untuk bisa mengambil manfaat ekonominya. Namun strategi dan gagasan yang dikembangkan, harus disesuaikan dengan masing-masing fenomena yang muncul dengan ciri khasnya supaya bisa lebih optimal diterapkan.
14-04-2018: Muhammad Luthfi Hamdani

PEMBANGUNAN DAN PENGELOLAAN DOK TARIK ( SLIP WAY) OLEH BUMD UNTUK MENINGKATKAN PAD DARI SEKTOR MARITIM

Daya lebih Kabupaten Trenggalek berada di wilayah perairan lautnya. Tidak semua Kabupaten memiliki potensi laut, hal ini harus disadari sebagai keunggulan potensi ekonomi. BUMD memiliki keunggulan dalam pengelolaan sumber daya alam. Penyertaan modal pemerintah Kabupaten Trenggalek, apabila dikelola secara maksimal akan menghasilkan pendapatan bagi PAD. Aset laut di Kabupaten Trenggalek salah satunya adalah aset kapal perikanan. Potensi kapal perikanan di Kabupaten Trenggalek cukup besar. Docking kapal merupakan fasilitas untuk perbaikan kapal, dapat berupa satu paket dengan jasa perbaikan atau sekedar menyiapkan lokasi beserta sarana docking untuk disewakan ke pemilik kapal. Pada jangka panjang pembangunan fasilitas docking kapal merupakan kebutuhan nelayan. Disisi lain dengan adanya fasilitas tersebut akan mendorong nelayan untuk menigkatkan ukuran kapal tangkapnya yang pada akhirnya meningkatkan ekonomi sektor perikanan.
15-04-2018: Yuwana Galih Wibawa

MEWUJUDKAN TRENGGALEK “ TRANG ING GALIH ” MELALUI IMPLEMENTASI SMART LIGHTING SYSTEM PADA LAMPU PENERANGAN JALAN (PJU)

...Smart lighting Systematau pencahayaan pintar merupakan suatu sistem pengaturan penggunaan energi listrik dengan menggunakan aplikasi berbasis berbasis IoT (Internet of Things / Internet untuk Segala) , sehingga user dapat melakukan pengaturan dan pengawasan secara otomatis terhadap penggunaan energi listrik yang dibutuhkan dengan melibatkan peran masyarakat secara langsung. Jika aplikasi ini di implementasikan pada PJU maka diharapakan akan menurunkan jumlah konsumsi penggunaan energi listrik PJU yang secara bersamaan juga akan menurunkan jumlah tagihan langganan PJU, sehingga penghematan tersebut dapat dialihkan atau dioptimalkan untuk meningkatkan layanan publik melalui penerangan ruas jalan yang menuju lokasi – lokasi potensial untuk meningkatkan ekonomi rakyat dan PAD.

Adapun pembuatan aplikasi dibangun/dikembangkan oleh SDM asli daerah Trenggalek sehingga tidak diperlukan anggaran yang besar untuk membeli aplikasi tersebut atau studi banding yang menghabiskan anggaran perjalanan dinas namun minim hasil. (Trenggalek yakin dengan kemampuan sendiri )...
15-04-2018: Heri Prasetyo

INSPORT (INFORMASI SEPUTAR OLAHRAGA TRENGGALEK)

Mendekatkan media insport pada masyarakat lewat web dan medsos Membangun ruang diskusi para pelaku olahraga lewat medsos Membantu mempopulerkan event olahraga trenggalek
15-04-2018: Trio Subyarto

PENGELOLAAN HASIL BUMI DAN PERIKANAN

Petani / Pekebun : Kadang begitu lama menunggu musim panen tiba di karenakan cuaca yang tidak menentu, saya ambil contoh Petani cengkeh dan durian, kenapa saya ambil cengkeh dan durian karena keduanya komuditi unggul terutama di daerah kami yaitu kec. Watulimo, dimana musim panen keduanya sangat di tunggu oleh para petani meskipun kadang tidak setiap tahun panen raya karena cuaca yang tidak bisa membuat kedua komuditi tersebut berbuah atau bisa di panen.

Nelayan : Kurang lebih sama dengan komuditi cengkeh dan durian karena harus di dukung oleh iklim /cuaca untuk musim panen ikan, di saat cuaca bagus ikan bisa berlimpah ruah tetapi di saat cuaca tidak bagus berdampak buruk bagi nelayan, di karenakan tidak bisa melaut dan tenti tidak ada penghasilan bagi nelayan.
15-04-2018: Aris Setyono

KEBERADAAN STASIUN KERETA API DI TRENGGALEK SEBAGAI PENUNJANG SEKTOR EKONOMI MASYARAKAT

Kereta Api merupakan salah satu alat transportasi yang digemari masyarakat Indonesia dari semua lapisan sosial serta satu-satunya alat transportasi darat dengan multi keunggulan komparatif, yakni hemat lahan, hemat energi, rendah polusi, bersifat massal, tidak macet, adaptif dengan perubahan teknologi dan tentu saja biayanya lebih murah dibandingkan dengan alat transportasi darat lainnya. Potensinya diharapkan dapat dimobilisasi dalam skala nasional. Namun harus mampu melayani konsumen dengan optimal, sehingga kualitas pelayanan semakin meningkat. Kereta Api dapat menampung 2000 hingga 4000 orang dalam satu kali pemberangkatan, selain itu diharapkan mampu menciptakan keunggulan kompetitif terhadap produksi dan jasa domestik khususnya. Melalui fungsi mobilisasi arus penumpang dan barang di atas jalan rel, sehingga kereta api diharapkan ikut berperan dalam menunjang pertumbuhan ekonomi nasional bahkan daerah.
15-04-2018: Mifta Dwi Shintya

KOTAK ISI HATIKU

...Gagasan ini di ciptakan untuk pengguna layanan / klien yang melapor ke Posko GERTAK dapat mengungkapkan kepuasan atau ketidak puasan atas pelayanan yang diberikan dalam kotak saran yang akan disediakan maupun media sosial yang diberikan. Program inovasi ini tujuannya sebagai indikator kinerja di posko GERTAK dan di harapkan dapat di replikasi di setiap unit pelayanan publik di Trenggalek.

Peran pengguna layanan / klien posko GERTAK dan masyarakat juga ikut ambil bagian menjadi penggerak perubahan dan berkontribusi penuh dalam peningkatan kualitas khususnya pelayanan publik yaitu “KOTAK ISI HATIKU” sehingga pemerintah dan masyarakat dapat membangun sinergi dalam menanggulangi kemiskinan di Kabupaten Trenggalek.
15-04-2018: Welly Cyndy Pritaningrum

INTEGRATED TOURISM SYSTEM (ITS) UNTUK PERBAIKAN PARIWISATA TRENGGALEK

Kabupaten Trenggalek memiliki berbagai lokasi pariwisata yang menarik dan cukup diperhitungkan di kancah pariwisata regional. Sayang, kondisi wisata yang kurang terawat sekaligus sarana prasarana pendukung yang kurang memadai menyebabkan penurunan minat wisatawan untuk berkunjung ke sana. Hal tersebut berdampak negatif terhadap penurunan pemasukan daerah sekaligus menghilangkan potensi masyarakat untuk mencetak peluang usaha kreatif di area tersebut. Salah satu upaya untuk memperbaiki pariwisata Trenggalek adalah dengan Integrated Tourism System (ITS). ITS merupakan sistem pariwisata yang mengintegrasikan beberapa karang taruna/kelompok masyarakat di lokasi wisata tertentu untuk membentuk sebuah kesatuan sistem pariwisata fisik (kuliner, retribusi, parkir, transportasi, layanan tiket, pemantauan kebersihan, dan perlengkapan wisata) dan nonfisik (popularitas di dunia maya) dalam naungan yayasan pariwisata lokal. ITS diharapkan mampu mengatasi berbagai problematika seputar pariwisata yang sering muncul.
15-04-2018: Hilmia Wardani

MEMANFAATKAN POTENSI LINGKUNGAN KABUPATEN TRENGGALEK SEBAGAI SARANA PEMENUHAN KEBUTUHAN PANGAN MASYARAKAT, DALAM SEBUAH GERAKAN MASYARAKAT MANDIRI PANGAN

Gagasan ini muncul sebagai sarana pengembangan potensi lingkungan yang ada di kabupaten Trenggalek,untuk pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat yang dikemas dalam sebuah gerakan masyarakat mandiri pangan. Melihat potensi lingkungan di kabupaten trenggalek banyak belum dikelola secara baik, maka munculah sebuah gagasan untuk memanfaatkan hal tersebut melaui gerakan yang harus di komandoi oleh pemerintah supaya menjadi gerakan yang masif dan dapat secara langsung di praktek kan oleh masyarakat Trenggalek.
15-04-2018: Wahyu Rochmadhona

BATAMDIK (BANGUN TAMANAN DIDIK)

Pengenalan wawasan agraris untuk anak usia dini sangatlah penting ditanamkan sejak dini. Pengupayaan alam sebagaimana adanya sejauh mungkin cukup esensial untuk membantu tumbuh kembang anak. Semakin bebas anak-anak diperbolehkan berkembang, semakin cepat dan sempurna bentuk-bentuk dan fungsi-fungsi tertinggi yang akan mereka capai. Kegiatan seperti berkebun bermanfaat bagi perkembangan fisik anak, yang pada gilirannya akan memengaruhi perkembangan kreativitasnya. Olah tubuh yang baik dapat meningkatkan pemungsian kognitif dan pemrosesan informasi, yang merupakan proses fisik. Kegiatan seperti itu memberi kesempatan untuk menciptakan tanaman kehidupan baru yang dapat menstimulasi perkembangan spiritual dan emosional anak. Fakta empiris di lapangan juga mengatakan bahwa wawasan agraris sudah tepat diberikan kepada anak sejak dini, karena usia tersebut adalah jendela awal untuk melihat dunia.
15-04-2018: Bangkit Setyawan

TAMAN IPIN (INDONESIA PINTAR)

Kabupaten Trenggalek merupakan kabupaten yang memiliki cukup banyak ruang terbuka hijau. Salah satu bentuk dari ruang terbuka hijau yang ada di kabupaten Trenggalek adalah taman. Selain sebagai fungsi ekologis taman juga memiliki sebagai fungsi sosial. Adapun yang dimaksud dengan fungsi sosial yaitu sebagai tempat, olahraga, rekreasi, eduktif serta sosialisasi. Jika dilihat dari fungsi sosial, taman-taman yang ada saat ini lebih menekankan pada fungsi olahraga serta rekreasi. Pada dasarnya taman-taman tersebut sudah seharusnya memiliki aspek fungsi sosiologis lainnya, yaitu edukatif. Kurang adanya taman yang memenuhi fungsi edukatif banyak masyarakat khususnya anak-anak kecil kurang mempeoleh pengalaman pembelajaran secara langsung di objek edukasi, khususnya anak-anak yang berada dipinggiran Kabupaten Trenggalek. Padahal anak-anak lebih cenderung cepat menangkap suatu ilmu dengan cara mempraktekan dengan alat peraga. Maka dari itu perlu adanya suatu taman yang yang mampu untuk menjalankan fungsi sosila secara maksimal. TAMAN IPIN (INDONESIA PINTAR) merupakan taman yang dikonsep agar mampu menjalankan fungsi soalial secara baik, khususnya sebagai sarana rekreasi dan edukatif.
15-04-2018: Lusi Oktaviani Bilpatria

SI SURVEY

...Gagasan ini dibangun untuk memperluas ruang lingkup untuk melakukan survey guna mempermudah verifikasi berkas yang telah dilaporkan ke Posko Gertak. Dalam hal ini, Pemerintah Desa ataupun relawan sosial dapat melakukan verifikasi berkas yang dilaporkan ke Posko Gertak. Pemerintah Desa dapat turut serta dalam hal verifikasi, karena Pemerintah Desa pasti lebih mengetahui keadaan atau kondisi dari warganya. Pemerintah Desa ataupun relawan sosial sangat dibutuhkan untuk menjalankan SI SURVEY.
15-04-2018: Muhamad Ilham Nurrohmad

PERKEMBANGAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI KELOMPOK TERNAK KAMBING UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN POKOK

Merubah pola pikir masyarakat yang sebelumnya memelihara kambing hanya sebagai sampingan, seharusnya dalam memelihara kambing atau beternak kambing harus bener-bener difokuskan atau diprioritaskan baik itu dalam penanganan, pengawasan, dan pemeliharaan. Selanjutnya pemeliharaan ternak kambing saat ini masih secara individualis, dengan upaya dibentuk kedalam kelompok ternak diharapkan nantinya anggota bisa dipermudah dalam tatalaksana pemeliharaan ternak kambing, selain itu setelah sudah membentuk kelompok ternak maka semua akan bertanggung jawab dan lebih mudah lagi apabila menggandeng seorang mantri ternak yang nantinya bakal mengontrol kesehatan ternak.

Penerapan strategi yang tepat dalam pemeliharaan atau beternak kambing baik itu penggemukan atau breeding. Dengan menerapkan segitiga produksi (Breeding, Feeding, Management). Saya rasa sudah cukup untuk mengantisipasi kegagalan dalam memulai beternak kambing, untuk lebih jelasnya akan dipaparkan di bawah.
15-04-2018: Khoirul Tamam

PEMBANGUNAN WISATA EDUKASI SEKTOR PERTANIAN DAERAH PEGUNUNGAN DI KECAMATAN WATULIMO

Trenggalek merupakan kota yang memiliki wilayah dataran tinggi lebih luas di bandingkan dengan dataran rendahnya yaitu 2/3 : 1/3 wilayahnya. Dilihat dari struktur wilayah Trenggalek sendiri, memiliki potensi yang besar di sector perkebunan maupun sector pertanian. Salah satu contohnya di daerah Kecamatan Watulimo yang banyak ditanami pohon durian, salak, manggis, cengkeh dan masih banyak lagi. Jadi banyak dari masyarakatnya yang menggantungkan hidupnya dari hasil panen sector perkebunan, maupun sector pertanian. Dari situlah munculnya ide dari potensi yang ada dijadikan suatu wisata baru yang bergerak dalam sector pertanian yang dapat mengedukasi pengunjung yang bernama “ Bustan Sadurma “ di daerah Kecamatan Watulimo. Program ini bertujuan sebagai wadah bagi pengunjung untuk mendapatkan wawasan baru dengan cara terjun langsung dalam penanaman tanaman, sampai pemanenan, atau hanya ingin menikmati hasil buahnya, untuk memudahkan para petani dalam pendistribusian hasil panen , dan dapat menjadi penambahan pendapatan masyarakat Watulimo yang mengelolanya.
15-04-2018: Yustika Kusuma Devi

MERICA (MARI AJAK WISATA DAN MEMBACA)

Pariwisata memberikan banyak peluang terhadap pertumbuhan dan
perkembangan kegiatan wisata yang menarik minat banyak wisatawan. Beragam aktivitas penunjang kegitan wisata banyak diciptakan baik untuk kegitan jenis indoor (dalam ruangan ) maupun outdoor (luar ruangan ). Keduanya memiliki daya tarik sendiri bagi masing-masing kelompok wisatawan. Terlebih lagi, kegiatan wisata kian hari kian dibutuhkan oleh masyarakat dimana setelah penat beraktivitas dan disibukan dengan rutinitas keseharian.

Wisata edukasi menawarkan sarana pembelajaran bagi anak merupakan salah satu konsep perjalanan wisata yang dapat diterapkan sebagai metode belajar melalui dunia rekreasi. Kabupaten Trenggalek yang menawarkan begitu banyak pilihan wisata dapat mengembangkan sektor pariwisatanya selain itu dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pendidikan dapat menawarkan suatu hal yang baru yakni dengan menawarkan wisata dan membaca.

Memberikan pilihan dalam berwisata khususnya bagi wisatawan yang membawa serta kelurga mereka. Menjadikan wisata penuh dengan kegembiraan dan pengetahuan bagi anggota keluarga terutama anak-anak mereka.
15-04-2018: Aris Mbajeng Wahyu Prasiska

BIOSKOP RAKYAT TRENGGALEK, SEBAGAI USAHA BUMD DALAM RANGKA MENINGKATKAN KEMANDIRIAN DAN DAYA SAING DAERAH

...Tingginya daya beli masyarakat Indonesia saat ini menumbuhkan optimisme kalangan pengusaha pada sektor bisnis Tanah Air. Salah satunya bisnis bioskop. Memang butuh modal yang tidak sedikit untuk membangun sebuah bioskop. Ditambah lagi, saat ini standarisasi teknologi dalam bioskop haruslah mumpuni dalam menayangkan sebuah film. Perlu ada sinergi antara pemerintah dan swasta dalam mewujudkan harapan besar masyarakat Trenggalek agar di Kota tercintanya ada sarana hiburan keluarga yang terjangkau yaitu “Bioskop Rakyat Trenggalek”...

...Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat penonton di Indonesia, idealnya untuk saat ini, sekurang-kurangnya diperlukan 3.000 gedung bioskop dengan 15.000 layar. Sementara saat ini diperkirakan baru ada lebih kurang 300 gedung bioskop dengan 1.500 layar. Artinya bioskop yang ada baru mencapai 10 % dari jumlah kebutuhan. Hal ini harus dapat ditangkap oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek maupun pihak swasta di Trenggalek, bahwa bisnis di sektor ini selain akan memberikan fasilitas hiburan kepada publik dapat menjadi peluang nyata dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui BUMD.
15-04-2018: Wiku Hendra Kuswara

EKONOMI KERAKYATAN

Kehadiran Pemerintah di butuhkan sebagai “katalisator”, agar pemanfaatkan suberdaya lokal di Kabupaten Trenggalek tidak dikuasai atau di atur oleh “pemilik modal besar”. Gagasan “Ekonomi Kerakyatan” sebagai alternatif bagi negara berkembang seperti Indonesia. Penerapan “teori pertumbuhan” di beberapa negara eropa dan asia telah membawa kesuksesan menjadikan suatu negara yang mandiri. Konsep ekonomi kerakyatan sebagai strategi untuk membangun kesejahteraan dengan lebih mengutamakan pemberdayaan masyarakat dan desa. Guru Besar, FE UGM (alm. Prof. Dr.Mubyarto) mengemukakan bahwa sistem ekonomi kerakyatan adalah sisten ekonomi yang berazaskan kekeluargaan, kedaulatan rakyat, dan ber berpihak kepada rakyat. Sejalan dengan pemikiran tersebut, arah pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh Presiden Jokowi dan kabinetnya adalah ingin menjadikan negara Indonesia sebagai negara yang maju, mandiri dan berdaulat sepenuhnya.

Strategi yang dilakukan sesuai amanah UU no. 6 Tahun 2014 tentang Desa adalah “Membangun Negara dari Pinggiran. Didalam prakteknya ada program yang sifatnya Butom up planing “Desa Membangun” dan Program yang sifatnya Top Down Planing “Membangun Desa”. Dalam percepatan terwujudnya kemandirian desa yang berbasis ekonomi kerakyatan, UU/6/2014/Desa, juga di amanatkan “Desa dapat membetuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dan BUMDesa Bersama” yang bisa bersinergi dengan Lembaga Ekonomi lainya yang ada di desa seperti halnya Koperasi,dll”. BUMDEsa merupakan Badan Usaha Milik Desa dan semua masyarakat pada umumnya, sebagai wadah untuk menampung semua kegiatan usaha lokal desa. UU no 6 tahun 2014 tentang Desa , juga memberikan kesempatan kepada 2 (dua) desa atau lebih dapat menjalin kerjasama untuk memaksimalkan ekonomi kerakyatan dalam mengelola potensi kawasan dengan membentuk “BUMDesa Bersama”.
15-04-2018: Mohammad Jafar Said

MENARIK UANG KE TRENGGALEK DENGAN ADAKAN INSTANSI KAMPUS

Pada saat ini masalah yang muncul pada daerah Trenggalek adalah perekonomian yang berjalan saat ini sangatlah kurang dan jauh tertinggal dari kabupaten-kabupaten di sekitarnya. perputaran uangnya masih sangat rendah sekali, yang mengakibatkan tidak berkembangnya semua sektor perekonomiannya. Hal tersebut dapat kita lihat dengan masih sepinya orang yang melakukan kegiatan perekonomian yang dapat menggerakan perekonomian di wilayah Trenggalek. Banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut salah satunya adalah pendapatan yang di hasilkan masyarakat Trenggalek di belanjakan maupun ditransaksikan ke daerah lain, dengan kata lain masyarakat bekerja di wilayah Trenggalek dan mendapatkan penghasilan, namun penghasilan tersebut tidak digunakan untuk bertransaksi di wilayah Trenggalek melainkan digunakan di daerah lain, sehingga perputaran uang di Trenggalek masih relative kecil.

Sebab yang paling mencolok adalah semua masyarakat terutama orang tua, pendapatannya di gunakan untuk biaya anaknya yang melakukan pendidikan atau perkuliahan di kota kota besar dan untuk orang-orang kaya leih suka membelanjakan uangnya di wilayah kota-kota besar. Maka dari itu Trenggalek harus punya sebuah wahana untuk menarik masyarakat luar daerah untuk membelanjakan uangnya di wilayah Trenggalek. Yaitu tempat wisata dan harus adanya sebuah Kampus yang terkenal dan besar agar tidak hanya masyarakat lokal saja tetapi agar masyarakat luar muda mudi dari daerah lain datang untuk melakukan perkulihaan dan menetap di Trenggalek sehingga ini dapat membuat pemasukan bagi daerah serta adanya transaksi yang dilakukan dari masyarakat luar daerah trenggalek.
15-04-2018: Ibnu Dwi An nafi

SENIOR COMMUNITY CENTER” SEBAGAI PUSAT KEGIATAN KOMUNITAS LANJUT USIA DI KABUPATEN TRENGGALEK

Lanjut usia (Lansia) adalah tahap akhir perkembangan pada daur kehidupan manusia dan ditandai oleh gagalnya seorang untuk mempertahankan kesetimbangan kesehatan dan kondisi stres fisiologis nya. Lansia juga berkaitan dengan penurunan daya kemampuan untuk hidup dan kepekaan secara individual. Usia lanjut juga dapat dikatakan sebagai usia emas karena tidak semua orang dapat mencapai usia lanjut tersebut, maka jika seseorang telah berusia lanjut akan memerlukan tindakan keperawatan yang lebih, baik yang bersifat promotif maupun preventif, agar ia dapat menikmati masa usia emas serta menjadi usia lanjut yang berguna dan bahagia. Di Indonesia, batasan mengenai lanjut usia yaitu 60 tahun ke atas, dimana ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia pada Bab1 Pasal 1 Ayat 2. Menurut Undang-Undang tersebut di atas lanjut usia adalah seseorang yang mencapai usia 60 tahun ke atas, baik pria maupun wanita.

Kaum Lansia merupakan salah satu komponen penting dalam masyarakat. Perancangan pembangunan untuk Lansia bisa disamakan dengan perancangan pembangunan untuk masa depan. Hal ini disebabkan karena menjadi Lansia merupakan masa depan dari semua manusia. Kaum Lanjut Usia, meskipun sudah mengalami penurunan secara fisik dan psikis, namun masih memerlukan kebutuhan yang sama seperti masyarakat usia produktif lainnya, seperti aktifitas, sosialisasi, dan kegiatan rekreasional. Namun sayangnya, fasilitas yang ditujukan khusus untuk lansia di Kabupaten Trenggalek jarang sekali ditemukan, karena kebanyakan fasilitas ditujukkan untuk masyarakat usia produktif atau anak-anak. Oleh karena itu, Kabupaten Trenggalek sebagai daerah dengan penduduk lansia cukup banyak membutuhkan sebuah Pusat Komunitas Lansia (Senior Communty Center). Fasilitas ini bertujuan untuk menyuarakan suara lansia serta mewadahi kegiatan lansia sehingga kaum lansia dapat mengoptimalkan hari tuanya.
15-04-2018: Nurul ‘Atieq

PENTINGNYA PENYAMPAIAN REFORMASI BIROKRASI DARI PEMERINTAH UNTUK MASYARAKAT

Pemerintah kabupaten trenggalek sedang semangat semangatnya melaksanakan agenda reformasi birokrasi, namun karena kurangnya sosialisasi, dan terbatasnya akses informasi ke masyarakat sering menyebabkan terjadi kurangnya pemahaman akan pengertian reformasi birokrasi itu sendiri.Perlu sosialisasi yang lebih serta akses internet atau media media lain sehingga masyarakat dapat mengetahui progam progam pemerintahan dan dapat menerima informasi tersebut,serta bisa ikut berpartisipasi dengan baik,menyampaikan gagasan secara utuh atas kebijakan kebijakan progam pemerintah sehingga pelayanan pemerintahan kepada masyarakat pun menjadi lebih baik.
15-04-2018: Ardiles Linggar Pamungkas

MBANGUN DESO, UPAYA PEMBERDAYAAN KEGIATAN MASYARAKAT PEDESAAN UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN WARGA

Studi awal menunjukkan bahwa sejumlah desa di Kabupaten Trenggalek belum bisa memanfaatkan potensi sumber daya manusia maupun sumber daya alamnya secara maksimal. Hal ini ditunjukkan dari kegiatan masyarakat pedesaan yang monoton. Karena kebanyakan desa di kabupaten Trenggalek ini adalah daerah persawahan maka kegiatan sehari – hari masyarakatnya adalah bertani. Sebagai daerah agraris tentu saja tidak salah apabila kegiatan masyarakat sehari – hari adalah mengolah sawah dan kegiatan lain yang sejenis, namun alangkah lebih produktifnya apabila ada kegiatan lain di desa yang bisa dijadikan sumber pendapatan warga desa. Menjalankan kegiatan pertanian tidak setiap hari mendapatkan penghasilan. Petani akan mendapatkan penghasilan ketika panen datang. Kemudian darimana mereka mendapatkan penghasilan kalau belum panen?. Mbangun Deso menjadi salah satu inovasi yang ditawarkan untuk mengembangkan potensi desa dengan menciptakan usaha desa yang khas sehingga di masa mendatang inovasi ini bisa menjadi sumber pendapatan dari masyarakat desa dan penggerak ekonomi Kabupaten Trenggalek.
15-04-2018: Luthfi Indana

DESA HARUS MEMPUNYAI KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT (KIM) SEBAGAI CORONG INFORMASI DAN MENJARING IT MUDA DESA

...Di Kabupaten Trenggalek peran Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) masih belum sesuai dengan tujuannya. Ada beberapa kelompok informasi masyarakat yang ada di Trenggalek saat ini yang selalu menggalakkan tentang UKM, Padahal peran KIM sebagai agen informasi untuk masyarakat. Perkembangan kelompok informasi masyarakat ini seakan dipandang sebelah mata, penulis berharap agar KIM terbentuk keseluruh desa yang ada di Kabupaten Trenggalek dengan harapan bisa berbagi informasi dan perkembangan dari masing-masing desa yang ada di Kabupaten Trenggalek sehingga desa bisa lebih bersaing dan tidak mau ketinggalan dalam pembangunannya...
16-04-2018: Ayu Anjar Widayanti

"NGLENTIK" WARISAN NENEK MOYANG SOKO GURU PEREKONOMIAN

Kabupaten Trenggalek sebagian besar memiliki wilayah geografis pegunungan, sehingga mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Hasil pertaniannya pun sebetulnya sangat melimpah, namun sayangnya hasil pertanian tersebut banyak dijual tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu sehingga memiliki nilai ekonomi yang relatif rendah dan harga yang tidak stabil. Sebetulnya sudah banyak kelompok usaha maupun kelompok pertanian yang sudah mampu melakukan proses produksi dan pengolahan, namun terkendala usahanya tidak sustainable. Saya menyimpulkan ada tiga faktor utama yang menyebabkan usaha dari petani maupun kelompok usaha tidak dapat bertahan lama ataupun kurang memberikan nilai ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan, sbb : (a) Harga komoditi cenderung tidak stabil; (b) Tingkat pemasaran yang rendah; (c) Pencatatan keuangan tidak memenuhi standar akuntansi.
16-04-2018: Bayu Widodo

MEMBANGUN SISTEM DAN KEBIJAKAN PERTANIAN YANG MENSEJAHTERAKAN PETANI

Sampai saat ini, sektor pertanian sudah seharusnya tetap mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah kabupaten Trenggalek. Hal ini sebab pertanian menjadi mata pencaharian utama masyarakat kita. Namun disayangkan juga sebab kondisi dan sistem yang terbangun belum mampu sepenuhnya mensejaheterakan perani kecil. Beberapa faktornya yaitu: (1) kepemilikan lahan petani sangat kecil, (2) dalam persaingan yang asimetris, petani selalu berada pada posisi yang kalah, (3) dan belum masifnya usaha untuk meningkatkan nilai produk olahan pasca panen.

Sehingga, dari permasalahan tersebut penulis mencoba menyampaikan tiga gagasan yaitu: (1) perbaikan infrastruktur sektor pertanian yang tidak layak, (2) mendesain sistem keuangan dan sebagainya guna mendukung operasional petani, dan (3) menggandeng pihak swasta guna peningkatan nilai komoditas hasil pertanian.
16-04-2018: Muhammad Shulhan Afifillah

OPTIMALISASI BUMD DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH SECARA MAKSIMUM

...Dengan adanya kondisi seperti itu maka muncul sebuah pertanyaan “Bagaimana pengoptimalan BUMD dalam pengelolaan aset - aset daerah dan cara manajemen BUMD yang profesional dalam mendapatkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara maksimum?...”. Dari pertanyaan itu muncul beberapa solusi, yaitu mengoptimalkan aset - aset daerah dengan pengalihfungsian jenis aset (Diversion of Asset), misalnya di daerah Trenggalek memiliki banyak aset lahan pertanian yang bisa dialihfungsikan menjadi lahan wirausaha (Entrepreneurship) termasuk kegiatan jual-beli atau pelayanan jasa. Dan cara untuk memanajemen BUMD secara profesional dalam mendapatkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah melalui jalan keputusan pemerintah daerah (Decisions of Government) dan melakukan pendekatan dengan masyarakat. Maksudnya memanajemen melalui keputusan pemerintah daerah adalah seperti dikeluarkannya PERDA pengelolaan pendapatan suatu BUMD di Trenggalek supaya dalam proses penggunaannya tidak sembarangan dan tentunya akan didapatkan data yang wajar.

Cara ini bisa dilakukan karena merupakan hak otonomi daerah tingkat dua (kabupaten) untuk dapat memberikan peraturan daerah kepada BUMD, selain itu harus ada keputusan pemerintah dalam menggunakan APBD sebagai penyertaan modal dalam pendirian BUMD. Ini sesuai dengan salinan peraturan daerah Kabupaten Trenggalek nomor 8 tahun 2013 tentang penambahan penyertaan modal pemerintah kepada perseroan terbatas Bank Pengkreditan Rakyat Jwalita Trenggalek. Dan point kedua adalah melakukan pendekatan dengan masyarakat. Yaitu pendekatan visi dan misi pemerintah daerah melalui media masa, atau bahkan bertatapan langsung. Maksud dari pendekatan ini adalah supaya masyarakat benar-benar paham akan BUMD dan faktor - faktor Pendapatan Asli Daerah yang selama ini masih minim tentang pengetahuan soal BUMD dan PAD. Dengan adanya manajemen dari pemerintah menurut peraturan daerah dan adanya modal tambahan dari APBD untuk penyertaan modal dari pemerintah ke BUMD serta diikuti kesepahaman dari masyarakat, maka aset - aset yang dimiliki oleh daerah akan dapat menunjang BUMD dalam mendapatkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang maksimal.
16-04-2018: Dwi Wahyu Ahmad Fauzi

EKSISTENSI PANGANAN KHAS DAERAH SEBAGAI UPAYA PENGOLAHAN PANGAN

Di era yang serba instan ini, banyak kita jumpai panganan-panganan yang kurang bersahabat dengan kesehatan manusia. Hal ini terjadi karena keberadaan Monosodium Glutamat (MSG) yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat saat ini. Berbeda dengan era sebelumnya yang mana masih banyak dijumpai panganan-panganan khas daerah yang belum terkontaminasi dengan MSG sehingga aman bagi tubuh manusia. Panganan daerah tersebut juga terbuat dari bahan-bahan alami yang merupakan hasil panen dari masyarakat itu sendiri sehingga mereka bisa mengoptimalkan hasil panennya. Selain itu, dengan mengangkat kembali panganan khas daerah yang mulai jarang ditemui, kita juga ikut berperan dalam melaksanakan pengolahan pangan secara mandiri dan pelestarian makanan khas daerah itu sendiri. Melihat kondisi pasar saat ini, akan sulit untuk melakukan pemasaran panganan khas ini jika tidak didukung dengan kebijakan maupun strategi pemasaran yang baik. Oleh karena itu, dibutuhkanlah peran pemerintah dalam menyusun dan mendukung program ini agar bisa berjalan dengan baik dan berkelanjutan.
16-04-2018: Hanifah Mahya Sari

MODEL AGROTEKNOWISATA BERBASIS INOVASI PENGEMBANGAN PRODUK UNGGULAN SUSU SAPI DI KECAMATAN BENDUNGAN DENGAN PENDEKATAN SYSTEM THINKING

Terjadi perubahan paradigma pembangunan yang sebelumnya berbasis sumberdaya alam kemudian berubah manjadi berbasis pada industri dan terakhir pembangunan (ekonomi) berbasis pada pengetahuan (Knowledge-based economy). Permasalahan pembangunan ekonomi pedesaan yang sangat kompleks dan sistemis sebagaimana terjadi di Kecamatan Bendungan memerlukan pendekatan penyelesaian permasalahan yang tepat yaitu system thinking yang menjadi dasar gagasan pengembangan model agroteknowisata.

Hasil dari gagasan ini ada 3 (tiga) model diantaranya: 1) Model sistem inovasi yang menjelaskan komponen/elemen-elemen apa saja yang harus ditumbuhkembangkan; 2) Model aktor inovasi yang menjelaskan siapa saja stakeholder dan bagaimana hubungan antar stakeholder tersebut dalam menumbuhkembangkan inovasi; dan 3) Model kewilayahan agroteknowisata yang menjelaskan hubungan spasial sebagai pedoman pengembangan wilayah yang berdaya saing. Ketiga model tersebut merupakan pendekatan sistemik dalam mengembangkan produk olahan susu yang disinergikan dengan pengembangan pusat-pusat wisata dan pusat-pusat pelayanan di Kecamatan Bendungan dan sekitarnya sehingga terciptanya daya saing kawasan bukan menjadi sebuah kemustahilan.
16-04-2018: Harendhika Lukiswara

LAPANGAN KERJA DAN JAMINAN SOSIAL UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT TRENGGALEK

Penulisan gagasan ini adalah sebagai evaluasi dan strategi baru dalam pembangungan perekonomian Kabupaten Trenggalek. Seperti kita tahu Trenggalek merupakan daerah pesisir dan daerah pegunungan, dengan kondisi geografis yang dimiliki kabupaten Trenggalek berpotensi memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah. Hasil nelayan yang bisa sampai berkilo-kilo, hasil kebun yang begitu banyak, dan lain-lain.

Namun masyarakat Trenggalek hanya menjual langsung hasil SDA yang mereka dapatkan. Misalkan hasil dari kebun, masyarakat daerah watulimo rata-rata memiliki kebun manggis atau salak pada setiap musim panen masyarakat akan lansung menjual hasil kebun mereka. Kegiatan itu mereka lakukan di setiap musim panen, masyarakat hanya tahu menanam, memanen, dan kemudian menjual kekayaan SDA kabupaten Trenggalek.

Masyarakat perlu di bina dan diberkan suatu edukasi bagaimana cara mengolah hasil SDA yang telah mereka panen, sehingga masyarakat tidak hanya langsung menjual tetapi juga mengolah hasil SDA kabupaten Trenggalek. Dengan begitu pendapatan masyarakat akan meningkat. Masyarakat serta pemerintah dapat mencipatakan lapangan kerja bagi seluruh masyarakat.
16-04-2018: Wiwit Rofinatul Khasanah

PELAYANAN KARTU IDENTITAS ANAK MELALUI POS PELAYANAN TERPADU (POS YANDU)

Pemanfaatan Posyandu ( Pos Pelayanan terpadu ) sebagai upaya untuk mengsosialisasikan tentan KIA juga sangat tepat bila di fungsikan untuk menfasilitasi masyarakat khususnya yang mempunyai anak Balita untuk mengumpulkan seluruh berkas persyaratan untuk pengurusan KIA karena hampir seluruh balita yang ada di Trenggalek mengikuti kegiatan di Posyandu,selain itu setiap posyandu memiliki lima (%) orang kader yang mempunyai kemampuan , loyalitas ,dan sukarelawan pelayan masyarakat tanpa pamrih demi kemaslakatan masyarakat.

Dengan koordinasi dan kebersamaan semua Dinas terkait maka hak anak Trenggalek untuk mendapatkan dokumen Kependudukan akan terpenuhi dengan mudah cepat dan tentunya tepat sasaran apabila bisa mengoptimalakan pos yandu sebagai tempat pelayanan/pengurusan KIA.
16-04-2018: Rohmat Karim

PENINGKATAN FASILITAS PELAYANAN PUBLIK UNTUK MENINGKATKAN TARAF HIDUP MASYARAKAT DESA TIMAHAN DAN DESA TERPELOSOK

Permaslahan yang sering muncul di daerah yang jauh dari lingkup pedesaan biasanya dimulai dari masalah kesehatan, rendahnya akan keasadaran tentang pentingnya pendidikan, pernikahan dibawah umur, kurang berpotensi nya SDM, kemiskinan, dan masalah fasilitas transportasi. Meskipun masalah ini juga dialami oleh masyarakat perkotaan namun tidak separah di daerah yang pelosok – pelosok perdesaan. Untuk itu perlunya pemerintah mengatasai permasalahan tersebut untuk meminimalisisr kondisi tersebut, karena apabila hanya menunggu kesadaran dari dalam diri mereka tidak efisien, hal ini perlu juga melibatkan aktivis masyarakat dan mungkin kelompok mahasiswa untuk bereparan aktif dalam penanganan masalah ini. Peningkatan kualitasa di segala bidang kesehatan, permudahan akses pendidikan, dan permudahan pelayanan dokumen kependudukan dan dokumen lain yang bersangkutan dengan haknya sebagai warga negara.
16-04-2018: Tia Renitasari

MEMBANGUN PELAYANAN PRIMA TERHADAP PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR DI KABUPATEN TRENGGALEK

...Pada dasarnya pelayanan di pengujian kendaraan bermotor Kabupaten Trenggalek sudah bagus, akan tetapi ada beberapa inovasi dari penulis untuk meningkatkan dan mempermudah pelayanannya. Pelayanan yang dimaksud antara lain diadakannya program pelayanan uji keliling mengingat letak geografis Kabupaten Trenggalek sehingga bisa diartikan dengan istilah “Jemput Bola”, pelayanan pengujian kendaraan bermotor dengan sistem Drive Thru untuk lebih mempercepat pelayanan tanpa mengesampingkan persyaratan teknis dan laik jalan, menerapkan sistem pembayaran cashless alias nontunai, dengan cara menggunakan kartu e-money guna mempercepat pelayanan dan menghindari segala bentuk pungli.
17-04-2018: Naning Setyowatia

PELAYANAN PUBLIK DI TRENGGALEK MELALUI PENDEKATAN PSIKOLOGI

Sebagai salah satu penduduk dari wilayah kota pinggiran yang ada di Jawa Timur, sudah seharusnya kita ikut mempertahankan keberadaan kota tersebut dengan minimal memberikan sumbangan aspirasi kita kepada pemerintah kota Trenggalek. Wilayah yang kerap kali dijuluki kota kecil yang “adem, ayem, lan tentrem”, sudah semestinya mengetahui apa kebutuhan penduduknya. Berdasarkan data yang diperoleh dari BPS Kabupaten Trenggalek, jumlah angkatan kerja tahun 2017 sebesar 392.417 jiwa. Sedangkan yang memperoleh kerja sebesar 378.767. sisanya sebesar 13.650 jiwa adalah pengangguran. Pekerjaan tersebut tidak hanya ada di trenggalek, namun kebanyakan berada diluar sehingga mengharuskan mereka untuk keluar wilayah trenggalek.

Hal itu mengindikasikan bahwa masih minim lapangan pekerjaan yang ad ada Trenggalek. Seiring dengan berjalannya waktu yang dibarengi dengan perkembangan zaman mengakibatkan semakin komplek masalah-masalah yang timbul dalam masyarakat. menurutnya, hal ini terjadi karena jumlah pendudukan yang semakin bertambah dan menurunnya penyerapan tenaga kerja terutama dibidang sector pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan, dan perikanan. perlu dilakukannya pembukaan lapangan kerja untuk menyerap pengangguran yang terjadi di kota Trenggalek. semakin beranekaragam kebutuhan-kebutuhan masyarakt sehingga, sebagai seorang pemimpin sudah semestinya mengetahui apa kebutuhan masyarakat berupa mengurangi tenaga kerja asing seperti Indomart maupun Alfamart dan menggantinya dengan toko-toko lokal. Juga menambahkanya tenaga kerja pada instansi-instansi pelayanan publik sehingga dapat membantu dan melayani masyarakat secara lebih efektif dan efisien.
18-04-2018: Muhamad Fairuz Muntaqo

NGGALEK PRENEUR

Suatu negara akan merdeka secara hakiki bilamana Negara tersebut sudah mampu memberikan keadilan dalam seluruh aspek kehidupan kepada warganya. Mengingat, tidak semua lini kehidupan mampu mendapatkan keadilan, maka sudah menjadi tanggungan Negara untuk memberikan ikhtiar keadilan untuk bangsanya. Siapa yang dimaksud bangsanya dalam hal ini, adalah masyarakat dalam sebuah negara. Ketika kita menyitir tentang pendapat Soekarno tentang pembangunan kemanusiaan dan kebudayaan yaitu Berdaulat dalam politik, Berdikari di Bidang Ekonomi dan Berkepribadian dalam kebudayaan...
18-04-2018: Amruloh

MENGEMBANGKAN INDUSTRI BERBASIS MASYARAKAT HULU-HILIR YANG KOMPREHENSIF

Banyak factor yang menyebabkan pemberdayaan ekonomi masyarakat berjalan lambat hal ini ditandai dengan Mindset menjadi PNS atau pekerja kantoran masih sangat tinggi, urbanisasi menjadi buruh dikota, merantau menjadi pilihan instan, tingkat pengangguran masih tinggi juga dan para generasi muda potensial lebih memilih berkarir luar Trenggalek hal tersebut berlangsung turun-menurun dan menular hingga menjadi lingkaran setan yang sulit terurai.

Membuat kebijakan yang tepat sasaran pemberdayaan ekonomi masyarakat sangat mendesak dilaksanakan baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang melalui trobosan – trobosan kreatif dengan campur tangan dunia pendidikan, komunitas generasi muda, UMKM atau embrio UMKM dan simpul-simpul strategis ekonomi kerakyatan dengan mengubah mindset, melatih kreatifitas, inovasi serta reformasi program yang real dibutuhkan dalam menumbuhkan industry berbasis masyarakat terutama melalui generasi muda.
18-04-2018: Ahmad Sibaweh

LAYANAN PRIMA, EDUKASI, SENSUS, UGD ADMINISTRASI DAN FAST TRACK KE-ADSMINISTRASIAN MENUJU KANTOR DUKCAPIL YANG DIDAMBAKAN

Yang tergambar ketika kita berurusan dengan Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil Kab. Trenggalek adalah menunggu lama yang membosankan sementara harus tetap menjalankan aktifitas sehari-hari termasuk kerja, informasi yang sering kurang jelas ditingkat bawah, lebih cepat “titip” daripada terlalu lama menunggu untuk kasus tertentu harus datang ke Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil Kab. Trenggalek yang jarak jangkaunya jauh memakan banyak waktu dan biaya. Bagi masyarakat awam yang kurang terbiasa dengan prosedur tertib adsministrasi kependudukan dan segala permasalahan birokrasinya tentu hal ini akan terkesan berbelit-belit dan carut-marut sementara keperluan mereka mendesak dan harus segera kembali ketempat kerja termasuk ke perantuan, sungguh situasi yang serba sulit. Muncul berbagai ragam komentar keluhan disampaikan baik melalui media social maupun secara langsung ditengah masyarakat terhadap permasalahan adsministrasi ini, sementara berbagai kebijakan, aturan dan program untuk memudahkan masyarakat mendapat pelayanan adsministrasi sudah bekerja keras diupayakan dari tingkat desa dan ditingkat kecamatan sebagai pemecah masalah tetapi kenyataan dilapangan menunjukkan kepuasan pelayanan masih belum memenuhi harapan.

Gagasan ini merupakan trobosan-trobosan sebagai alternative upaya solusi yang diharapkan menjadi bahan masukan agar pelayanan Kantor catatan sipil dan kependudukan Kab. Trenggalek lebih cepat, efisien dan memuaskan dalam memberikan pelayanan karena adsministrasi kependudukan sangatlah penting untuk prasyarat pelayanan dasar lainnya. Situs ttps://dukcapil.trenggalekkab.go.id/ sudah menunjukkan gambaran keseriusan kantor ini untuk mewujudkan pelayanan prima namun demikian sumberdaya manusia dilingkungan masyarakat yang beragam, kondisi geografis, tingkat ekonomi dan pendidikan jan juga kendala tehnis lainnya masih menghambat pelayanan masyarakat ini. Diperlukan berbagai trobosan yang lebih efisien agar pelayanan kedepan lebih baik, lebih cepat, lebih akurat dan murah adalah harapan bersama masyarakat dan pemerintah daerah.
18-04-2018: Ahmad Sibaweh

PEMBANGUNAN PUSAT DATA TERINTEGRASI DAN PENDATAAN PARTISIPATIF

...Kerjasama yang dilakukan oleh Pemkab Trenggalek dengan Qlue, mungkin juga dimaksudkan untuk mendapatkan informasi yang terjadi secara faktual. Namun, melihat permasalah sebagaimana yang telah terjadi di Jakarta (yang dianggap berhasil dalam penggunaanya) penanganan-penanganan terhadap laporan yang disampaikan oleh masyarakat juga tidak sepenuhnya bisa terlaksana. Bukan hanya persoalan cepatnya pelayanan publik, namun malah bisa jadi blunder bagi kinerja dinas terkait itu sendiri.

Banyak informasi yang menjelaskan tentang hal tersebut diatas. Namun poin utamanya adalah indikator kinerja didasarkan pada penyelesaian terhadap laporan yang diberikan masyarakat (reaksioner), bukan pada penyelesaian permasalahan-permasalahan mendasar yang menyebabkan persoalan parsial itu terjadi. Kinerja yang reaksioner tersebut bukan saja tidak efisien namun juga tidak akan menyelesaikan permasalahan prinsip yang ada, atau dengan kata lain akan mengesampingkan perbaikan sistem tata kelola pemerintahan sehingga pengambilan kebijakan tidak lagi berdasarkan validitas data yang ada namun berdasarkan aduan-aduan yang cenderung politis dan emosional...
18-04-2018: Mukti Satiti

PENGARUSUTAMAAN SEKOLAH ALTERNATIF (PUSAT) SEBAGAI BASIS LAYANAN PENDIDIKAN UNTUK SEMUA (STRATEGI RESPONSIBILITAS TERHADAP TINGGINYA ANGKA ANAK USIA SEKOLAH TIDAK BERSEKOLAH DI KABUPATEN TRENGGALEK)

...Kendati demikian bidang pendidikan tidak sepenuhnya lepas dari masalah. Bersumber dari indeks anak usia sekolah tidak bersekolah yang dilansir oleh data center Gerakan Tengok Bawah Kemiskinan (GERTAK) Kabupaten Trenggalek Tahun 2017. Tercatat sebanyak 11.052 anak usia 7-18 tahun dinyatakan tidak bersekolah. Sebagian besar Kecamatan penyumbang jumlah anak tidak bersekolah di Kabupaten Trenggalek merupakan daerah dengan karakter rural community. Faktor penyebabnya antara lain kondisi ekonomi keluarga prasejahtera, rendahnya motivasi belajar di sekolah formal, minimnya pengetahuan orang tua tentang pentingnya sekolah, serta kurangnya dukungan moral dari orang sekitar.

Tingginya angka anak tidak sekolah merupakan fakta di mana sekolah formal masih belum bisa menjalankan fungsinya secara adil dan merata. Layanan PENGARUSUTAMAAN SEKOLAH ALTERNATIF (PUSAT) hadir sebagai strategi terpadu yang dilakukan secara sistematis melalui jalur pendidikan non formal untuk menarik anak putus/tidak sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan agar kembali mendapatkan layanan pendidikan dalam rangka mewujudkan pemerataan layanan pendidikan di Kabupaten Trenggalek. Melalui gagasan ini, harapannya pemerintah tidak hanya terpaku pada keberadaan sekolah-sekolah formal dalam merumuskan program-program pendidikan, melainkan harus mengutamakan pula peran strategis pendidikan non formal sebagai basis layanan pendidikan untuk semua.
19-04-2018: Hendra Fredy A

PENINGKATAN PRODUKTIFITAS PETERNAKAN YANG SEHAT DAN BEBAS "RESKIM"

Semakin bertambahkan akan kebutuhan daging dan juga telur untuk konsumsi sehari akan tetapi semakin berkurangnya minat masyarakat untuk mengembankan usaha dalam bidang peternakan kususnya, dikarenakan beberapa factor yang menjadi penghambat untuk menumbuhkan semangat dan berkeinginan untuk terjun dalam bidang peternakan tersebut. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut: 1.Mahalnya harga ternak / Bayah; 2.Tidak stabilnya / mahalnya harga pakan ternak; 3.Sulitnya menangani gejala penyakit pada ternak; 4.Sulitnya menangani limbah / bau kotoran ternak dll…….

Dari sekian factor tersebut hampir keseluruhan menjadi penghalang atau pengendor semangat untuk mengembangkan peternakan . Padahal seandainya kita mengetahui akan system dan cara untuk berternak sebenarnya biaya modal bisa kita minimalisir dan semua orang mampu dan bisa untuk melaksanakanya
19-04-2018: Zaenal Abidin Syah

PENGEMBANGAN PEMANFAATAN TANAH ASET DESA BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT LOKAL GUNA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA GEMAHARJO KECAMATAN WATULIMO

Berdasarkan perspektif Permendesa, PDT, dan Transmigrasi No. 1 Tahun 2015 dan Permendagri No. 114 Tahun 2014, tugas dan kewenangan pemanfaatan tanah aset desa adalah kewenangan pemerintah. Akan tetapi belum ada langkah yang dilakukan oleh pemerintah dalam pemanfaatan tanah desa yang berimbas pada tingkat kesejahteraan masyarakat desa. Pemerintah perlu memfasilitasi komunikasi atau terbentuknya pengelolan tanah aset desa berbasis partisipasi masyarakat. Pemerintah juga harus mempersiapkan infrastruktur untuk pengembangan Pembangunan tanah aset desa sehingga memberikan dampak yang siginifikan demi kepentingan masyarakat desa tersebut.
19-04-2018: Luthfi Widodo

UNAVAILABLE

Tertanggal 19 April 2018, email dari saudari Asnie Furoe telah masuk di email bagimutrenggalek@gmail.com, namun sayangnya, file yang dikirim berupa link google drive yang meminta otorisasi kepada pemilik akun, sehingga Admin tidak dapat membuka file gagasan tersebut.
19-04-2018: Asnie Furoe

KOMBINASI TIGA PILAR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KWALITAS BALITA SEHAT DI KABUPATEN TRENGGALEK

...Dalam data yang dirislis oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 2018, Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu kabupaten yang memiliki 10 desa stunting. Ditetapkannya Trenggalek sebagai kabupaten stunting sedikit banyak dipengaruhi oleh letak demografi kabupaten Trenggalek yang sebagian besar daerah pegunungan yang mungkin saja pelayanan kesehatan tidak merata. Atau bisa jadi karena kurannya pengetahuan dari masyarakat oleh karena demografi pegunungan ini membatasi akses informasi mengenai kesehatan. Sedangkan hal – hal yang berkaitan dengan kesehatan menjadi salah satu perhatian pemerintah untuk terus ditingkatkan statusnya...
19-04-2018: Hesti Agustina Widyastuti

STRATEGI MEMPERTAHANKAN LAHAN PERTANIAN PANGAN MELALUI KONSEP AGROWISATA BERBASIS SAWAH

Terjadi berbagai permasalahan di bidang pertanian terutama pertanian lahan sawah diantaranya terjadinya konversi lahan pertanian menjadi non pertanian, berkurangnya tenaga kerja di bidang pertanian dan masih tingginya angka kemiskinan petani. Terkait dengan pertumbuhan jumlah penduduk tentunya berimplikasi pada permintaan kebutuhan akan beras tetapi disisi lain juga membutuhkan ruang (spasial) untuk penyediaan permukiman beserta fasilitas dan infrastruktur pendukung. Menanggapi berbagai permasalahan tersebut maka gagasan agrowisata berbasis sawah menjadi sebuah pilihan. Agrowisata merupakan konsep yang mengedepankan peningkatan perekonomian masyarakat lokal dengan pemanfaatan ekologi yang berkelanjutan. Dengan adanya agrowisata maka diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lahan pertanian sawah. Lebih lanjut, faktor kunci keberlanjutan agrowisata berbasis sawah adalah modal sosial dan leadership (kepemimpinan) yang inovatif.
19-04-2018: Harendhika Lukiswara

MEMBANGUN WISATA TRENGGALEK SECARA SINERGIS

Pariwisata memiliki peranan penting dalam upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat Trenggalek. Namun demikian, tampaknya pariwisata belum mendapatkan perhatian secara maksimal. Oleh karena itu diperlukan upaya sinergis dari semua pihak agar pariwisata Trenggalek mampu bersaing dalam kompetisi pariwisata daerah yang semakin kompleks. Usaha sinergis ini seharusnya dilakukan oleh pemerintah, pokdarwis, dan masyarakat. Usaha sinergis semacam ini harus terus dijaga dan dikelola secara maksimal sehingga pariwisata Trenggalek dapat memberikan kontribusi secara nyata pada terwujudnya kemandirian ekonomi masyarakat.
19-04-2018: Ngainun Naim

DURIAN RIPTO UNTUK TRENGGALEK DAN NUSANTARA

Gagasan ini berangkat dari latarbelakang ketersediannya Durian Ripto di Trenggalek.
Trenggalek yang saat ini menjadi wilayah pengahasil benih dan bibit Durian Ripto satusatunya, maka sangat penting untuk mengembangkan si Ripto. Kawasan Trenggalek yang juga tengah membangun pariwisata kiranya begitu strategis dalam usaha mengembangkan Durian Ripto guna menjadi salahsatu variable pendukungnya.

Durian Ripto adalah varietas unggulan yang selama ini dikenal sebagai primadonanya durian. Maka kegiatan pengembangan Durian Ripto begitu penting untuk segera dilakukan dengan beberapa program pengembangan. Ketersediaan lahan dan mudahnya durian varietas ini untuk tumbuh dan berkembang perlu untuk ditangkap pemerintah kabupaten trenggalek dengan turut melibatkan para petani dan pemerintah desa. Maka program 1 KK 1 pohon Durian Ripto adalah aktivitas yang sangat luarbisasa agar varietas ini mampu mengangkat Trenggalek, mulai pariwissata hingga perekonomian warganya.
19-04-2018: PIMPINAN CABANG PEMUDA MUHAMMADIYAH (PCPM) WATULIMO

SISTEM INFORMASI PELAYANAN PUBLIK BERBASIS TEKNOLOGI (SIP-BERTEK TRENGALEK)

Kendala birokrasi Trenggalek yang oleh sebagian besar masyarakat Trenggalek dianggap sulit perlu dirombak. Potensi wisata Trenggalek pun harus diangkat dengan publikasi dan akses informasi yang muda tentang Trenggalek. Melalui Sistem Informasi Pelayanan Publik Berbasis Teknologi (SIP-BERTEK TRENGALEK) ini pelayanan akan dimudahkan.

Standar pelayanan minimum dinas-dinas di Trenggalek dapat dimnitoring melalui website (aplikasi android). Pemerintah daerah menciptakan website yang diintegrasikan dengan seluruh instansi pemerintahan/dinas se kabupaten Trenggalek. Termasuk juga dinas pariwisata yang akan memunculkan ragam fasilitas wisata mulai akses jalan, tarif tiket, kuliner fasilitas hingga fasilitas penginapan. Birokrasi yang berbelit-belit bukan zamannya lagi. Warga sudah memiliki keterbukaan akses informasi yang luas dan pemerintah daerah trenggalek sudah semestinya berbenah untuk mengimbangi dengan pelayanan public yang mudah, efektif dan efisien.
19-04-2018: PIMPINAN CABANG PEMUDA MUHAMMADIYAH (PCPM) WATULIMO

KEMBANGKAN POTENSI LOKAL UNTUK MENDOBRAK LAJU PERKEMBANGAN DAERAH TERUTAMA DESA

Kurangnya minat remaja tentang budaya; Kurangnya informasi ke masyarkat bagin luar dari pusat kota; Pemabangunan infrastruktur sebagai penunjang; Kurang mengangkat nilai budaya ke dalam pariwisata (wisata alam)
19-04-2018: Kabib Rosadi

GERTABERMAPAN (GERAKAN TRENGGALEK BERHALUAN MAJU KEDEPAN)

GERTABERMAPAN atau (Gerakan Trenggalek Berhaluan Maju ke Depan) adalah bukti dari do'a saya, juga pengabdian kecil yg saya berikan untuk tanah ini. Tanah yg saat ini ingin merdeka dalam segala aspek, namun menemui beberapa kendala. Terpencilnya daerah dan kurangnya konektivitas antar daerah menyebabkan banyak rakyat yg semakin terpuruk perekonomiannya, tidak adanya lapangan pekerjaan yg sesuai dan sejumlah, menyebabkan banyak terjadinya pengangguran dimana-mana, terkait masalah tersebut yg muncul di Trenggalek maka dalam event ini saya ingin memberi gagasan atau solusi untuk masalah tersebut. Yuk simak!
19-04-2018: Herlambang Sandy Nugroho

PELATIHAN COSTUMER SERVICE BAGI PENYEDIA LAYANAN PUBLIK

Sudah menjadi tugas pemerintah daerah diantaranya adalah memberikan pelayanan kepada warganya atau masyarakat secara umum. Dalam perjalannya, seringkali pelayanan publik banyak dikeluhkan masyarakat dengan berbagai latar belakang penyebabnya. Salah satunya adalah pelayanan oleh para petugas penyedia layanan, misalnya di RSUD, puskesmas, kantor perizinan, kantor kependudukan dan catatan sipil dan penyedia layanan lainnya. Keluhan ini belakangan banyak disampaikan masyarakat utamanya melaui media sosial dan menjadi topik bahasan yang lumayan panjang.
19-04-2018: Titin Ratna

GRAND DESIGN PEMANFAATAN SALURAN DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI LAYANAN PUBLIK

Era selalu berubah. Publik yang dulunya merasa kesulitan untuk memperoleh informasi tentang layanan publik, kini mendapat kemewahan dengan internet. Tetapi sayang masih sedikit pemerintah kota yang memanfaatkan partisipasi publik dalam membangun pemerintahan modern. Padahal dengan partisipasi publik, banyak masalah kota yang bisa diselesaikan. Tentu saja dibutuhkan sebuah desain yang matang untuk dapat meningkatkan partisipasi publik, yang ujung-ujungnya juga mereformasi birokrasi. Dengan lima pokok penyampaian memanfaatkan inovasi digital: analisis “pasar”, sosialisasi yang tepat, sistem reward, optimalisasi informasi hingga transformasi SDM, saya harap gagasan ini dapat membantu pemerintah menaikkan partisipasi masyarakat di Kabupaten Trenggalek.
20-04-2018: Abid Famasya Abdillah

PENERAPAN REWARD AND PUNISHMENT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK OLEH APARATUR SIPIL NEGARA ( ASN ) MELALUI PROGRAM “PROFESOR“ (PROFESIONAL FRONT OFFICE AND SOFT SKILL RESPONSIVE)

Pelayanan publik saat ini menjadi sorotan yang tajam diberbagai kalangan masyarakat. Jumlah laporan/keluhan masyarakat terhadap pelayanan publik semakin meningkat. Masyarakat tidak lagi sungkan menyampaikan keluhan pelayanan publik melalui media sosial berupa facebook, instragram dll. Bahkan tak jarang keluhan tersebut mengarah pada subyek pemberi layanan (ASN ).Unggahan keluhan masyarakat bahkan disertai foto ASN pemberi layanan dan disertai keterangan bahwa pemberi layanan ini galak, tidak ramah, tidak melayani dan lain lain. Melihat dari fenomena tersebut penulis menyimpulkan bahwa petugas Front Office /Front Liner menjadi salah satu penentu kualitas pelayanan dari kacamata masyarakat.

Kualitas dari sumber daya manusia Aparatur Sipil Negara (ASN) sangat mempengaruhi kepuasan masyarakat akan pelayanan publik. Selama ini belum ada pendidikan dan pelatihan yang fokus mempersiapkan petugas Front Office (ASN) yang dapat mengetahui tata cara yang benar dalam memberikan layanan kepada masyarakat baik dalam segi teknis maupun psikologi. Selama ini juga belum ada reward and punishment yang khusus diberikan untuk menghargai kerja keras dari petugas Front Office yang setiap hari berhadapan langsung dengan masyarakat.

Maka dari itu penulis membuat ide atau gagasan mengenai “Penerapan Reward and Punishment untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Program “PROFESOR” yaitu Professional Front Office And Soft Skill Respponsive.

Diharapkan program tersebut dapat memberikan semangat kepada petugas front office untuk melayani masyarakat dengan tulus dan benar sehingga meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan masyarakat akan pelayanan publik.
20-04-2018: KELOMPOK TARUNI

OPTIMALISASI PELAYANAN PUBLIK DISDUKDIKCAPIL BERBASIS CLUSTER-ONLINE

Pelayanan Publik utamanya dalam pelayanan dokumen kependudukan masih sangat jauh dari memuaskan. Banyak hal, yang semua orang alami. Mulai dari lama antrian, tertundanya berkas jadi selama berbulan, sampai pemberkasan yang tidak selesai dalam sekali jalan, dan sederat masalahmasalah lain yang saangat mendasar. Tawaran solusi, penulis rasa perlu adanya pembagian area pelayanan, pelayanan berbasis online, dan efisiensi jam kerja serta optimalisasi SDM. Penulis berangkat dari pengalaman, ketika mengurus berkas kependudukan pribadi / keluarga yang sampai memakan waktu lama, menguras tenaga, dan pikiran.
20-04-2018: Age Nurhidawati


PROGRAM “INVESTASI DESA” UNTUK MASYARAKAT TRENGGALEK

...Program “Investasi Desa” adalah sebuah kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis pada potensi unggulan desa dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif. Program “Investasi Desa” untuk masyarakat Trenggalek sebagai salah satu bentuk Gagasan Pengembangan Ekonomi Kerakyatan merupakan sebuah upaya dan terobosan dari dalam rangka percepatan pembangunan ekonomi melalui pemberdayaan kelompok usaha dan sektor produktif.

Program ini dimaksudkan untuk menjawab dua permasalahan diatas, yaitu sebagai tempat bagi masyarakat untuk melakukan investasi sekaligus merevitasilasi kopersai unit desa (KUD) dan atau badan usaha milik desa (BUMdes).
20-04-2018: Pujianto


MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN DAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DARI RETRIBUSI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR SEBESAR 35 % MELALUI PROGRAM “KOULING “ (KENDARAAN OPERASIONAL UJI KELILING)

...Sesuai data tahun 2017 PAD Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor dari salah satu obyek retribusi yaitu obyek pelayanan sebesar Rp.513.990.000,- ( Lima Ratus Tiga Belas Juta Sembilan Ratus Sembilan Puluh Ribu Rupiah ). Penerimaaan PAD retribusi tersebut belum optimal karena masih terdapat ketidaksesuaian antara penerimaan PAD retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor dengan potensi PAD retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor dengan obyek pelayanan yang dimiliki oleh Kabupaten Trenggalek.Potensi yang dimiliki adalah sebesar Rp.798.656.000 (Tujuh Ratus Sembilan Puluh Delapan Juta Enam Ratus Lima Puluh Enam Ribu Rupiah).

Dari data tersebut potensi PAD yang belum terserap sebesar 35,54 %. Penulis menduga bahwa belum optimalnya penerimaaan PAD tersebut salah satunya disebabkan oleh tingkat kesadaran masyarakat yang kurang untuk melaksanakan Pengujian Kendaraan Bermotor serta letak geografis Kabupaten Trenggalek yang menyebabkan akses menuju Kantor Pengujian Kendaraan Bermotor membutuhkan waktu yang lama mendorong masyarakat menjadi malas malaksanakan Pengujian Kendaraan Bermotor. Oleh karena itu penulis memiliki gagasan untuk meningkatkan penerimaan PAD Retribusi Pengujian Kendaraan dan sekaligus meningkatkan kualitas pelayananan melalui program “ KOULING “ yaitu Kendaraaan Operasional Uji Keliling. Dengan “KOULING” diharapkan Pengujian Kendaraan Bermotor dapat dilaksanakan di masing masing Kecamatan secara terjadwal sehingga mempermudah akses masyarakat mendapatkan layanan. Dengan “KOULING“ diharapkan dapat menyerap potensi penerimaan PAD Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor yang belum terserap sebesar 35,54 %. Peningkatan PAD dari Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor sebesar 35 % akan membantu pembangunan di Kabupaten Trenggalek.
20-04-2018: Endrawan Duwi Prihantoro

PEMBENTUKAN DEWAN ADAT PRIGI

...Satu hal yang menarik dari kecamatan Watulimo selain sebagai kawasan wisata, di kecamatan Watulimo tepatnya di desa Tasikmadu terdapat Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi (PPN Prigi). PPN Prigi ini juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dari sektor perikanan dan yang juga menjadi sumber PAD Trenggalek. Dua sektor (wisata dan perikanan) di kecamatan Watulimo ini memiliki keunikan tersendiri yang dapat memicu secara positif untuk pertumbuhan dan perubahan (ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan) masyarakat Watulimo.

Namun jika tidak dikelola dengan baik, maka potensi dalam hal ini wisata dan perikanan di kecamatan Watulimo akan menjadi sumber persoalan baru (pencemeran lingkungan, ketimpangan sosial, konflik sosial, dll), meskipun dari sisi ekonomi memberi keuntungan bagi masyarakat dan pemerintah daerah kabupaten Trenggalek...
20-04-2018: Sugianto

REFORMASI BIROKRASI DALAM PELAKSANAAN APBD DENGAN PROGRAM E-PIMS (PLANNING, IMPLEMENTATION, MONITORING DAN SUPERVISION)

Banyaknya kesalahan-kesalahan administrasi penatausahaan keuangan penggunaan APBD oleh Pengelola Kegiatan dan perbedaan peng SPJan tiap-tiap OPD, maka perlu dilakukan standarisasi berbentuk aplikasi mulai dari perencanaan anggaran, pelaksanaan anggaran, pengawasan dan evaluasi. Sehingga dengan e-PIMS (Planning, Implementation, Monitoring and Supervison) semua pengelolaan keuangan daerah dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan asas keadilan, kepatutan, dan manfaat untuk masyarakat.
20-04-2018: Hendra Sanggara

PARIWISATA SEBAGAI PANGGUNG SENI BUDAYA

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang mampu mempengaruhi dan ikut berperan dalam usaha peningkatan pendapatan asli daerah. Kabupaten Trenggalek yang memiliki berbagai destinasi wisata dan keanekaragaman seni budaya perlu adanya peningkatan dari segi pelayanan, fasilitas, terlebih dari segi kawasan, sehingga mampu bersaing dengan daerah-daerah yang lainnya apabila tujuan wisata menjadi kompetitif dari kualitas dibandingakan dengan produk dan jasa dari daerah tujuan wisata lain.

Faktor karena ketersediaan fasilitas, pelayanan yang masih belum optimal dapat menjadi kendala bagi kegiatan pariwisata sehingga wisatawan kurang tertarik untuk mengunjungi kawasan wisata tersebut. Selain itu, karena kurang menariknya desain atau tatanan tempat wisata yang disuguhkan kepada pengunjung. Padahal pariwisata dapat meningkatkan pendapatan asli daerah, mengurangi tingkat pengangguran, pelestarian seni budaya masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat. Namun para pengelola hanya bergantung pada hasil retribusi atau parkir saja sehingga hal ini menghambat perekonomian masyarakat sekitar sedangkan setiap tempat wisata dapat dieksplor lebih untuk menjadi pendapatan daerah dan masyarakat sekitarnya. Maka dari itu perlu adanya penanganan yang lebih menarik dan berbeda dari tempat wisata lain dengan menonjolkan kearifan daerah tersebut bukan hanya bergantung pada kondisi eksistingnya. Mengingat, persaingan destinasi wisata yang semakin ketat maka sudah saatnya destinasi wisata yang ada di Kabupaten Trenggalek mulai mengeksplor untuk dapat menarik para wisatawan baik yang lokal maupun internasional. Dalam hal mewujudkannya maka perlu adanya komitmen dan koordinasi antara pemerintah dengan masyarakat sekitar tempat wisata.
20-04-2018: Bandung Setyobudi

TRENGGALEK DENGAN PENGUSAHA BARU YANG BEBAS RIBA

Trenggalek berbenah akan lahir pengusaha2 baru seiring sarana wisata yang baru di rilis, andaikan pengusaha2 muda tersebut bisa lebih bijak untuk permodalan.odal berbunga2 yang seolah hadir sebagai solusi tapi kenyataanya mencekik.
20-04-2018: Tyas Andriyani

4 T “TATA KELOLA PRODUKSI, TATA KELOLA KONSUMSI, TATA KELOLA DISTRIBUSI DAN TATA KELOLA KELEMBAGAAN” YANG DIMULAI DARI DESA

...Salah satu gagasan yang diusulkan untuk mewujudkan ekonomi kerakyatan yaitu 4T “Tata Kelola Produksi, Tata Kelola Konsumsi, Tata Kelola Distribusi dan Tata Kelola Kelembagaan” yang dimulai dari desa. Keempat tata kelola ini saling berkaitan satu sama lain dan saling mendukung.
Memproduksi apa yang dikonsumsi dan mengkonsumsi apa yang diproduksi adalah gagasan dari konsep produksi dan konsumsi.

4T ini adalah usaha kolektif komunitas bukan usaha individu. Apabila 4T ini dijalankan maka akan meningkatkan produktivitas dari warga desa. Selain hasil produksi warga dikonsumsi oleh warga desa juga dapat didistribusikan ke luar desa. Sehingga, tidak terlalu banyak produk luar yang datang ke desa dan dikonsumsi oleh warga desa tersebut. Dengan kondisi ini kesejahteraan akan mampu diwujudkan karena perputaran uang banyak beredar di lingkar desa tersebut. Oleh karena itu sangat diperlukan kebijakan pemerintah yang pro terhadap produk lokal asli desa dan industrialisasi pedesaan.
20-04-2018: Dian Meiningtias

PENGEMBANGAN KERAJINAN REYENG MENUJU SENTRA INDUSTRI KERAJINAN DALAM KONTEKS COMMUNITY ECONOMIC DEVELOPMENT (EKONOMI KERAKYATAN)

...Dari permasalahan dan pembahasan didapat kesimpulan sebagai berikut, Perlunya pembentukan kelompok pengrajin reyeng kusus di Desa Karanggandu secara resmi dan struktur. Kelompok tersebut dipergunakan sebagai wadah informasi dan sosialisasi yang bertujuan sebagai pengembangan kerajinan reyeng. Perlunya pengembangan kerajinan reyeng menjadi produk lain dengan tema wisata, karena dilihat dari letak wilayah Kecamatan Watulimo kususnya Desa Karanggandu terletak di daerah pantaiwisata yang ramai pengunjung. Pemaanfatan mesin irat bamboo seharusnya bias meringankan beban pengrajin reyeng. Seharusnya alat tersebut dapat digunakan secara keliling dengan system silip padi keliling. potensi kerajnan bambu bisa dikembangkan menjadi produk unggulan lain selain kerajian reyeng dan keranjang, pembentukan bank reyeng mungkin bisa mengatasi hargar eyeng yang tidak stabil.
20-04-2018: Muhamad Isa Aliazim

PENGEMBANGAN EKONOMI KERAKYATAN BERBASIS SUMBERDAYA ALAM RENEWABLE

Kabupaten Trenggalek secara umum memiliki beberapa kategori sumberdaya, yaitu perikanan, pertanian, peternakan, kehutanan, pariwisata, air dan mineral. Secara filosofi kita perlu menyadari bahwa keberlanjutan ekologi merupakan dasar bagi terwujudnya kesejahteraan sosial. Ekonomi kerakyatan yang dibangun dari sumberdaya alam yang renewable (dapat pulih), dengan leading sector pariwisata, akan menjamin keberlanjutan ekonomi masyarakat dan dalam jangka panjang dapat menumbuhkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
20-04-2018: Edi Susilo

BANK SAMPAH ONLINE; OPTIMALISASI SAMPAH TEPAT GUNA

Sampah adalah perihal kehidupan yang tidak bisa lepas dari kita semua. Dari bangun tidur sampai tidur lagi, kita selalu nyampah. Lalu kemanakah sampah-sampah itu akan berakhir, iya mungkin berakhir di tempat sampah yang tidak berguna, bahkan cenderung menganggu, menganggu lingkungan, semakin banyak, dan banyak banget. Tidakkah kita berpikir untuk menyelesaikan urusan sampah ini secara optimal. Untuk menjadikannya barang tepat guna misalnya, yaitu dengan mengolahnya menjadi barang olahan daur ulang, atau memanfaatkannya sebagai hal yang berguna, bahkan secara langsung menjadikannya perhasilan.

Tapi masih sangat jarang sekali masyarakat kita yang “mau” dan sempat melakukannya. Di Trenggalek, belum ada bank sampah yang mengelola sampah ini menjadi hal tepat guna secara efektif dan yang paling penting adalah menarik masyarakat untuk melakukannya, sehingga memicu kesadaran secara personal untuk memilah, bahkan memanfaatkannya. Kalau sudah menjadi sampah yang harus dibuang ditempat sampah, di TPA (Tempat Pembuangan Akhir), atau dibuang begitu saja.

Bila berpikir menadalam, hadirnya pemulung dan pengepul sampah yang dipilah menjadi barang bekas sangatlah ikut berperan penting dalam upaya penyelesaian masalah sampah ini. Selain secara ekonomis, kehadirannya ikut menyumbang upaya dalam penjagaan lingkungan, belum lagi kalau membahas tentang kesehatan.

Untuk itu gagasan tentang Bank Sampah ini dirasa sangat penting, untuk mendayagunakan pola-pola kehidupan yang bersih, menjaga lingkungan, serta memicu secara personal tentang kesadaran pengelolaan serta pemilahan sampah, sehingga hadir rasa tidak enak kalau membuang sampah semabarangan, ini yang penting...
20-04-2018: Muhammad Iqbal Muttaqin


PERIJINAN USAHA YANG CEPAT, MUDAH DAN MENGUTAMAKAN KEPENTINGAN PEMOHON (“CEMUNGUT”)

...Tahapan yang dinilai paling rumit oleh pelaku usaha adalah perizinan terkait pembangunan tempat usaha karena harus mengurus analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), izin mendirikan bangunan (IMB) dan lain-lain. Cita mengatakan dalam tahapan pendirian usaha di Indonesia, proses perizinan maupun nonperizinan, yaitu surat izin usaha perdagangan (SIUP) dan tanda daftar perusahaan (TDP) masih relatif lama. "Misalnya saja, prosedur untuk mendapatkan SIUP dan TDP masih sangat lama yaitu 15 hari. Itu sekitar sepertiga waktu yang diperlukan untuk mengurus seluruh prosedur," tuturnya.

Untuk itu di Kabupaten Trenggalek khususnya diperlukan pelayanan perijinan usaha yang cepat, mudah, dan mengutamakan kepentingan pemohon agar masyarakat Trenggalek dalam berusaha memiliki kemudahan dan transparansi serta efisien. Sedangkan dalam melayani operator pemroses penerbit ijin usaha (Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ) tidak menabrak atau melanggar syarat-syarat atau dokumen-dokumen yang dipersyaratkan pada peraturan perundang undangan yang mengatur setiap perijinan misal dokumen lingkungan, dokumen andalalin, dsb.
20-04-2018: Hendra Sanggara