Tentang Festival Gagasan Rakyat Trenggalek

LATAR BELAKANG

Vox populi vox dei, suara rakyat adalah suara Tuhan, demikian bunyi sebuah ungkapan Latin. Supaya demokrasi dalam pembangunan berjalan lancar, perlu adanya keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap perencanaan pembangunan suatu daerah. Ini merupakan implementasi cita-cita mulia dari filosofi kehidupan berdemokrasi.

Perencanaan pembangunan akan tepat pada sasaran, terlaksana dengan baik sekaligus menghasilkan manfaat, jika dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat itu sendiri. Sebab, hakikat demokrasi adalah pembangunan yang berasal dari rakyat, oleh rakyat dan (kembali) untuk rakyat. Pandangan ini menunjukkan asas demokrasi dalam konsep pembangunan nasional. Masyarakat perlu dilibatkan secara langsung bukan belaka untuk kebutuhan memobilisasi (massa), melainkan sebagai bentuk partisipasi mereka yang dilandasi kesadaran. Jadi, dalam proses pembangunan, masyarakat tidak semata-mata diperlakukan sebagai objek, tetapi menjadi subjek, pelaku dan aktor pembangunan (Soetomo, 2008: 8).

Lebih-lebih, pentingnya keterlibatan masyarakat di dalam penyusunan perencanaan pembangunan ini sangat ditekankan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Pendekatan partisipatif masyarakat ini terdapat dalam 4 pasal Undang-Undang, yaitu pada Pasal 2, Pasal 5, Pasal 6 dan Pasal 7. Sistem perencanaan yang diatur dalam UU 25/2004, aturan pelaksanaannya menerapkan kombinasi pendekatan: top-down (dari atas ke bawah) juga bottom-up (dari bawah ke atas), lebih menekankan cara-cara aspiratif dan partisipatif.

Menurut Siagian (2007:142), “tugas pembangunan merupakan tanggung jawab seluruh komponen masyarakat dan bukan semata-mata tugas pemerintah.” Berangkat dari alasan-alasan di atas, maka pembangunan (di) Kabupaten Trenggalek perlu kiranya banyak-banyak melibatkan masyarakat, di sini antara lain untuk memberikan masukan langsung kepada pemerintah daerah, dalam bentuk gagasan sistematis. Gagasan tersebut diharapkan menjadi perpanjangan ide-ide masyarakat akar rumput (grassroots), sekaligus membantu pemerintah untuk mewujudkan, yang hasilnya kelak akan direalisasikan oleh pemerintah daerah, sesuai kebutuhan masyarakat Trenggalek (tepat sasaran).

TANGGAL PELAKSANAAAN

Tanggal: 20 Maret 2018 – 25 April 2018